Raja Ampat, KicauNews.com – Kecaman Pendukung SELARAS yang menyatakan FM Harus Sadar Diri dan Tau Malu, Karena Statusnya DPR Aktif dan Bagian Dari Pemerintah Ini mendapat sorotan hangat dari salah satu Pendukung RUBI.
Alwan Boeng pendukung Paslon nomor urut 5 melalui pesan whatsappnya kepada media ini, Rabu 23/10/2024 menanggapi pernyataan Saudara Lucky kepada FM, lucky kalau mau berbicara mestinya berbasiskan pengetahuan.
“Ade Lucky harus paham dulu apa itu sekolah Filial dan Sekolah Definitif jangan asal bicara” ujar Alwan
Kemudian terkait pernyataan Lucky kepada FM harus sadar diri dan malu, itu tidak tepat sebab saudara mengeluarkan pendapat tidak berbasiskan data real hanya sebatas mencounter pernyataan FM di Media saja.
“Pernyataan ade Lucky ini tidak tepat kalau dia berbicara tentang sadar diri dan tau malu, FM sudah berusaha maksimal hingga membayar upah/gaji Guru menggunakan uang pribadi, jutru yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang Cawabup anda lakukan ketika menjabat di salah satu perusahan ternama di Kabupaten Raja Ampat, jangan saat datang kepentingan saja baru mau berbuat selama ini dimana, bukannya beliau juga anak usaha jaya,” tegasnya
Lanjut pria asal kampung atkari itu menambahkan bahwa untuk melegalkan sekolah dengan status definitif itu membutuhkan peran aktif baik dari eksekutif dan legislatif
“untuk membangun dan menetap status sekolah yang definitif itu, tidak hanya lembaga legislatif saja yang berusaha harusnya dibutuhkan perhatian dari eksekutif juga,” Pungakasnya
Lebih lanjut Alwan menyampampaikan bahwa statement yang dilontarkan lucky itu tidak tepat sasaran sebab FM berbicara tentang membuka aib sendiri, lucky berbicara tentang tau diri dan tau malu, itu salah.!!
“Sekolah Filial itu sama dengan sekolah yang lahir dari desakan Masyarakat setempat, jadi memang susah kalau dipaksakan harus sama dengan sekolah yang statusnya defenitif,” tegas Alwan
Untuk itu sekali lagi saya tekankan kepada saudara lucky berbicara soal pendidikan merupakan prioritas utama lantas yang FM lakukan dengan membayar upah tenaga Guru itu apakah bukan bagian dari tindakan-tindakan priotas, minimal pahami dulu lah maksud dan tujuan baru kemudian saudara mengomentari kita memang berbeda pilihan tetapi di ruang-ruang objektif, kita juga dituntut untuk harus tetap objektif jangan dilihat dari satu sisi saja. Tutup Muhammad Alwan Boeng















