Bandung,kicaunews.com – Kereta cepat Whoosh relasi Tegalluar Summarecon–Halim sempat terhenti mendadak di KM 126+383 atau sekitar wilayah Kopo, Kota Bandung, pada Jumat (4/4) sore. Penghentian perjalanan dilakukan setelah sistem mendeteksi adanya benda asing berupa seng yang masuk ke jalur rel.
Manager Corporate Communications PT KCIC, Emir Monti, mengatakan bahwa benda tersebut pertama kali teridentifikasi melalui sensor keamanan yang terpasang di jalur kereta cepat.
Sistem tersebut secara otomatis memberikan peringatan kepada petugas, sehingga perjalanan kereta harus dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi.
“Untuk memastikan keselamatan perjalanan, dilakukan penghentian sementara akibat adanya penanganan benda asing yang masuk ke jalur, diduga karena cuaca ekstrem,” ujar Emir dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya berpotensi menyebabkan material ringan seperti seng terbawa angin kencang hingga masuk ke area jalur rel. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan operasional kereta cepat yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Setelah laporan diterima, petugas segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi. Seng yang berada di jalur tersebut kemudian berhasil diamankan dalam waktu singkat. Selain itu, dilakukan pula pengecekan menyeluruh pada lintasan guna memastikan tidak ada benda lain yang dapat mengganggu perjalanan.
Setelah jalur dinyatakan steril dan aman dilalui, perjalanan kereta dilanjutkan kembali secara bertahap. PT KCIC memastikan bahwa sistem keselamatan dan pemantauan jalur berfungsi dengan baik dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada rangkaian kereta dalam kejadian ini. PT KCIC juga mengimbau masyarakat untuk tidak berada atau beraktivitas di sekitar jalur kereta cepat demi menjaga keselamatan bersama, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.*


















