Kabupaten Bandung Barat,kicaunews.com — Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses identifikasi korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua.
Berdasarkan data terkini, jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga saat ini bertambah menjadi 16 kantong. Dari jumlah tersebut, 7 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 9 lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Dari total 16 kantong jenazah, sebanyak 7 telah teridentifikasi dan 9 kantong jenazah lainnya belum teridentifikasi serta masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan,” ujar Kombes Pol. Hendra, Sabtu (25/1/2026).
Korban yang Telah Teridentifikasi
PM: 062/022/DVI-CSR/001 — Suryana, laki-laki, 57 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/002 — Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/003 — Nining, perempuan, 40 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/004 — Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/005 — Nurhayati, perempuan, 42 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/007 — M. Kori, laki-laki, 30 tahun
PM: 062/022/DVI-CSR/011 — Lina Lismayanti, perempuan, 43 tahun
Kantong Jenazah yang Belum Teridentifikasi
Seluruhnya telah diambil sampel DNA dan sementara disimpan di RSUD Cibabat, dengan rincian:
PM: 062/022/DVI-CSR/006 BP
PM: 062/022/DVI-CSR/008
PM: 062/022/DVI-CSR/009
PM: 062/022/DVI-CSR/010
PM: 062/022/DVI-CSR/012
PM: 062/022/DVI-CSR/013
PM: 062/022/DVI-CSR/014
PM: 062/022/DVI-CSR/015
PM: 062/022/DVI-CSR/016
Kombes Pol. Hendra menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara teliti dan profesional dengan melibatkan tim medis, forensik, serta dukungan teknologi DVI guna menjamin keakuratan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para korban dan keluarga, agar proses identifikasi dapat berlangsung cepat, akurat, dan bermartabat,” tegasnya.
Selain itu, Polda Jabar juga menyiagakan pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak bencana.
“Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memastikan para pengungsi memperoleh layanan medis yang layak serta mendukung pemulihan pascabencana,” pungkasnya.*














