Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNasionalNewsParlemenPolitik

Usai Ditutup Pemda Pandeglang, Beginilah Penampakan TPA Bojong Canar

1081
×

Usai Ditutup Pemda Pandeglang, Beginilah Penampakan TPA Bojong Canar

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sampah di TPA Bojong Canar, yang hampir menutupi jalan. (Dokumen: Hamid)
Example 468x60

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM- Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda) Pandeglang secara resmi telah menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bojong Canar, yang terletak di Tanjung Rasa, Desa Karya Utama, Kecamatan Cikedal, dan mengalihkan semua sampah di Kabupaten Pandeglang untuk dibuang ke TPA Bangkonol, Kecamatan Keroncong, Pandeglang.

Warga di kampung Tanjung Rasa dan warga di kampung Lame Luhur, Desa Karya Utama, Kecamatan Cikedal, saat ini mengaku bisa bernafas lega, dan tidak lagi merasakan bau sampah yang menyengat, usai Pemkab Pandeglang, menutup Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah, Bojong Canar itu.

Example 300x600

TPA Bojong Canar yang beroperasi selama kurang lebih 20 tahun, dengan  menampung volume sampah dari 15 kecamatan di Kabupaten Pandeglang itu ditutup, setelah mendapatkan penolakan dari warga setempat.

Selain karena bau yang menyengat mengganggu warga, sampah-sampah di area TPA Bojong Canar itu juga berhamburan dan berserakan ke tanah-tanah milik warga.

Bayi (45) tahun salah satu warga kampung Tanjung Rasa, Desa Karya Utama mengatakan, pada saat TPA Bojong Canar masih beroperasi, bau menyengat selalu dirasakan warga sekitar.

Sampah-sampah Plastik tercecer di Tempat Pembuangan Terakhir (TPA) Bojong Canar. Sampah-Sampah ini dibiarkan dan tidak dikelola Pemerintah setelah TPA Bojong Canar di Tutup. (Dokumen: Hamid)

“Bau banget, apalagi kalau sampah yang menggunung itu diratakan pakai Beko (alat berat) baunya sampai kesini. Terus juga banyak lalat. Waktu itu pernah ada yang hajatan, itu prasmanan (makanan yang dihidangkan untuk tamu undangan) campur dengan lalat, parah banget, kasian saya kepada yang hajat,” kata Bayi.

Tumpukan sampah di TPA Bojong Canar, yang hampir menutupi jalan. (Dokumen: Hamid)

Menurut keterangan Bayi dan informasi dari warga setempat, TPA Bojong Canar yang sudah ditutup Pemda Pandeglang itu pernah jebol, dan sampah-sampah tersebut berserakan dan menutupi lahan dan sawah milik warga.

“Waktu itu pernah jebol, belum lama paling sekitar 2 tahunan ke belakang itu pernah jebol, dan sawah-sawah milik warga tertimbun oleh sampah. Kemudian sawah-sawah ya dibersihkan lagi oleh warga.” Kata Bayi.

Dari pantauan Jurnalis dilapangan, sampah-sampah yang dibuang di TPA Bojong Canar itu, masih menggunakan sistem Open Dumping, dan saat ini sampah-sampah berupa plastik itu berserakan, tak di kelola.

Selain itu, struktur tanah di area TPA Bojong Canar juga, berbentuk bukit, dimana pada bagian bawah area pembuangan sampah itu terdapat sungai, yang mengaliri perairan sawah warga. Pada saat sampah-sampah itu dibuang dan diratakan menggunakan alat berat, sampah-sampah di TPA itu secara otomatis turun ke bawah, dan tercecer ke sungai.

 

Tumpukan sampah plastik yang diratakan, ini dibuang ke bawah dan diduga mencemari perairan sawah-sawah warga. (Dokumen: Hamid)

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan dan konfirmasi dari pihak Desa Karya Utama, maupun Camat Cikedal, terkait TPA Bojong Canar.

Demi keberimbangan informasi, Jurnalis masih terus menunggu konfirmasi dari pemerintah terkait.

Informasi, Pemda Pandeglang secara resmi telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terkait pengelolaan sampah di TPA Bangkonol.

Dengan demikian, sampah-sampah dari kota Tangsel, akan dibuang ke TPA Bangkonol, dan volume sampah yang dikirim dari Tangsel untuk dibuang ke TPA Bangkonol, sekitar 300-500 ton per hari nya.

Selain itu, dalam upaya mengantisipasi TPA Bangkonol agar tidak Overload (Kelebihan kapasitas) oleh sampah kiriman dari Kota Tangsel, Pemkab Pandeglang juga, telah menyiapkan lahan untuk kembali di jadikan sebagai TPA yang lokasinya di Cigeulis.(HM/AMD)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *