KICAUNEWS.COM, SENTUL – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Kusuma Negara kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi yang produktif. Melalui Writing Camp 2026 yang digelar pada 17–18 Juli 2026 di PAVO Resort, Sentul, Bogor, kampus ini tidak hanya melatih keterampilan teknis menulis, tetapi juga mengintegrasikan kegiatan tersebut sebagai luaran (outcomes) nyata dari mata kuliah inti seperti Writing for General Purposes, Intensive Reading, Basic English Grammar, dan English for Educational Digital Business.
Mengusung tema “Turning Your Ideas into Smart Writing and Powerful Publications”, kegiatan yang diikuti oleh 34 mahasiswa semester 2 dan program konversi Angkatan 2025/2026 ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dengan praktik publikasi profesional. Ketua Program Studi menekankan bahwa budaya literasi harus ditumbuhkan melalui pendampingan intensif dan kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Penerbitan
Keunggulan Writing Camp edisi kali ini terletak pada sinergi antara dosen pengampu mata kuliah dan praktisi penerbitan. Mutolib, M.Pd., dari Inti Litera Publisher hadir memberikan wawasan praktis mengenai standar naskah layak terbit, proses editorial, hingga strategi distribusi buku. Sementara itu, tiga dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris—Nurhasanah, S.S., M.A., Weti Yunaika, M.Pd., dan Ivon Mukaddamah, M.Pd.—memandu peserta dalam mengembangkan ide, menyusun kerangka naskah, serta menerapkan teknik penulisan akademik yang memenuhi kaidah publikasi.
Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan intensif, sesi peer review, konsultasi naskah, hingga praktik penyuntingan. Atmosfer resort yang kondusif dipilih untuk memfasilitasi fokus dan kreativitas peserta dalam mentransformasi gagasan menjadi karya tulis yang sistematis dan berdampak.
Refleksi Diri: Menulis Sebagai Amal Jariyah Ilmu
Sebagai penutup yang bermakna, peserta diajak mengikuti sesi renungan diri yang dipandu oleh Ahmad Durul Napis, M.M., M.Pd. Sesi ini menjadi momentum reflektif bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri dan menyadari bahwa setiap gagasan yang lahir dari pengalaman serta kepedulian memiliki nilai kemanfaatan ketika dituangkan dalam tulisan. “Menulis bukan sekadar tugas akademik, melainkan cara kita meninggalkan jejak ilmu yang bermanfaat bagi orang lain,” pesan Napis kepada para peserta.
Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan selama dua hari kegiatan, Writing Camp 2026 berhasil menciptakan ruang aman bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berdiskusi, dan berkarya. Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen STKIP Kusuma Negara dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam melahirkan generasi penulis muda yang produktif, kreatif, dan inovatif—siap bersaing di era digital dengan karya yang cerdas (smart writing) dan publikasi yang berkualitas (powerful publications).
Aw















