Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Ust Solihin MK Sekum MS3G Tegaskan Kemandirian Organisasi: “Pengurus Harus Punya Hati dan Sumber Daya untuk Mengabdi”

79
×

Ust Solihin MK Sekum MS3G Tegaskan Kemandirian Organisasi: “Pengurus Harus Punya Hati dan Sumber Daya untuk Mengabdi”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KICAUNEWS. COM, JAKARTA – Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan antara Ulama, Uamar serta Masyarakat se Kecamatan Jatinegara (MS3G) kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam sebuah refleksi mengenai ketahanan lembaga sosial-keagamaan di era modern, Sekretaris Umum MS3G, Ust. Solihin MK, menyampaikan prinsip fundamental yang menjadi pondasi kekuatan majelis ini selama lebih dari tiga dekade, Sabtu (18/7).

 

Example 300x600

“Sebuah organisasi yang berdiri sendiri itu hanya akan kokoh jika pengurusnya memiliki kecukupan sumber daya (duit) dan yang terpenting, memiliki kepedulian tulus terhadap organisasinya,” tegas Ust. Solihin MK. Pernyataan ini bukan sekadar tentang aspek finansial, melainkan menekankan bahwa keberlanjutan gerakan akar rumput seperti MS3G sangat bergantung pada integritas, kapasitas, dan dedikasi para pengelolanya. Tanpa kedua elemen tersebut—sumber daya yang memadai dan hati yang peduli—sebuah organisasi rentan kehilangan arah atau bahkan bubar ditelan zaman.

 

Filosofi Kepemimpinan Berbasis Ketulusan

 

Pernyataan Ust. Solihin MK mencerminkan filosofi kepemimpinan yang telah diterapkan secara konsisten oleh para pendahulu MS3G, mulai dari H. Muqri bin Sandin hingga Ketua Umum saat ini, H. Achmad Mawardi (H. Didi). Kemandirian MS3G dalam membiayai kegiatan ziarah akbar, bakti sosial, hingga program pembinaan generasi muda bukanlah hasil dari ketergantungan pada anggaran pemerintah semata, melainkan buah dari swadaya pengurus dan donatur yang benar-benar mencintai organisasi ini.

 

Kecukupan sumber daya memungkinkan MS3G untuk bergerak lincah tanpa birokrasi yang berbelit, sementara kepedulian pengurus menjamin bahwa setiap rupiah dan energi yang dikeluarkan benar-benar berdampak bagi umat dan masyarakat Jatinegara. Sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat yang dibangun MS3G selama ini adalah bukti nyata bahwa ketika pemimpin organisasi memiliki “duit” (kapasitas/resource) dan “peduli” (integritas/ketulusan), kolaborasi lintas sektor dapat berjalan harmonis dan produktif.

 

Ketahanan Sosial di Tengah Perubahan Zaman

 

Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, prinsip yang disampaikan Ust. Solihin MK menjadi relevan tidak hanya bagi MS3G, tetapi juga bagi seluruh organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Kemampuan untuk mandiri secara finansial dan operasional, dipadu dengan semangat pengabdian yang ikhlas, adalah kunci agar nilai-nilai silaturahmi subuh dan kerukunan umat tetap lestari.

 

MS3G membuktikan bahwa kemandirian organisasi bukan berarti menutup diri, melainkan memperkuat posisi tawar untuk bersinergi dengan pihak lain—seperti pemerintah dan MUI—dari posisi yang setara dan bermartabat. Dengan fondasi pengurus yang kuat secara materi maupun spiritual, MS3G siap terus menjadi benteng moral dan pilar stabilitas sosial di Jakarta Timur untuk dekade-dekade mendatang.(AW)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *