Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Literasi & Kesalehan Digital: Kunci Pembentukan Karakter Islami di Era Teknologi Ilalang School 

61
×

Literasi & Kesalehan Digital: Kunci Pembentukan Karakter Islami di Era Teknologi Ilalang School 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Kicaunews.com  – Kemajuan teknologi dan transformasi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, mengakses informasi, hingga membangun peradaban. Di tengah derasnya arus informasi, berita bohong, ujaran kebencian, serta ancaman perundungan siber, tantangan bagi generasi muda untuk tetap menjaga nilai moral dan akhlak mulia kian terasa nyata. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam As-Syafi’iyah berkolaborasi dengan Ilalang School, Tarumajaya, menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Literasi dan Kesalehan Digital pada Pembentukan Karakter Islam Mahmudah (Karisma)”.

 

Example 300x600

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis menanamkan pemahaman mendalam bahwa kecakapan teknologi harus berjalan beriringan dengan kematangan spiritual dan etika bermedia. Bagi umat Islam, kemajuan dunia maya bukan sekadar peluang, melainkan ruang baru untuk menebar kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ghafir ayat 40 yang menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan oleh orang beriman akan bernilai luhur dan mendatangkan keberkahan.

 

Membangun Karakter Terpuji: Fondasi Utama

 

Dalam kegiatan ini, ditekankan bahwa “Karisma” atau karakter Islam Mahmudah merujuk pada akhlak terpuji yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karakter ini meliputi kesalehan pribadi dalam hubungan dengan Sang Pencipta, kesalehan sosial dalam berinteraksi dengan sesama, serta kesalehan dalam menjaga kelestarian alam. Nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, syukur, jujur, amanah, rendah hati, dan dermawan menjadi pondasi utama yang ditanamkan.

 

“Pendidikan karakter ini penting agar generasi tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh, bermoral, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungannya,” ungkap perwakilan tim pengabdian dari Universitas Islam As-Syafi’iyah. Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mengintegrasikan ilmu dan nilai keislaman, universitas ini terus berupaya melahirkan gagasan serta program nyata untuk menjawab tantangan zaman.

 

Kesalehan Digital: Bijak dan Bertanggung Jawab di Dunia Maya

 

Konsep kesalehan digital menjadi sorotan utama dalam pembahasan. Hal ini dimaknai sebagai sikap religius yang tercermin dalam setiap aktivitas di ruang digital—mulai dari cara berkomunikasi yang santun, menyaring informasi dengan kritis, hingga memanfaatkan teknologi sebagai sarana beramal saleh dan berdakwah.

 

Pemateri menjelaskan, literasi digital tidak cukup hanya dipahami sebagai kemampuan teknis menggunakan gawai atau aplikasi. Lebih dari itu, literasi digital harus dibarengi dengan kesadaran etis: mampu membedakan mana informasi benar dan menyesatkan, serta mana konten yang bermanfaat dan yang merusak. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam untuk senantiasa berlaku jujur, menjaga lisan, serta menghindari fitnah dan ghibah, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

 

Filosofi Manusia: Menemukan Makna di Tengah Modernisasi

 

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan ini juga mengajak peserta merenungkan kembali hakikat dan tugas manusia di bumi menurut pandangan para filsuf dan ulama besar.

 

Mengutip pandangan Al-Farabi, manusia adalah makhluk sosial yang kesempurnaannya hanya bisa dicapai melalui hidup bermasyarakat dengan saling menguatkan. Sementara Ibnu Sina mengingatkan bahwa manusia terdiri dari jasad dan ruh, di mana tujuan hidup sejati adalah mengaktualisasikan potensi akal dan ruh untuk mendekat kepada Sang Pencipta.

 

Senada dengan itu, Al-Ghazali menekankan bahwa kebersihan hati adalah kunci segala kebaikan, sedangkan Ibnu Khaldun menegaskan peran manusia sebagai khalifah atau pembangun peradaban yang wajib menjaga bumi dan isinya.

 

Pemahaman ini kemudian dirangkum dalam konsep Teoantroposentris, sebuah keseimbangan pandangan yang menempatkan manusia sebagai subjek yang berperan aktif dan cerdas, namun senantiasa berlandaskan nilai-nilai Ilahi. Dalam setiap langkah—baik dalam pendidikan, berdagang, bekerja, maupun menjaga lingkungan—manusia diingatkan untuk tidak sekadar mengejar tujuan duniawi, melainkan melandaskan segala aktivitas pada nilai ibadah dan kemaslahatan.

 

Sinergi Menuju Generasi Unggul

 

Ibu Irna Nurkomarsih, pembina Ilalang School, menyambut baik kegiatan ini. Lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah Setia Asih ini dikenal dengan pendekatan pembelajaran yang humanis, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

 

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk hati dan perilaku yang mulia. Sinergi dengan akademisi ini menjadi angin segar untuk membekali anak-anak kami agar siap menghadapi dunia digital dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Dalam penutup, disampaikan strategi komprehensif yang dapat diterapkan, mulai dari integrasi nilai etika digital ke dalam kurikulum, pembiasaan perilaku positif, pelatihan berpikir kritis, hingga pendampingan berkelanjutan yang melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat.

 

Kegiatan ini menegaskan satu pesan penting: kemajuan teknologi adalah anugerah, namun arah dan manfaatnya sangat bergantung pada kualitas manusia yang mengelolanya. Dengan literasi yang mumpuni dan kesalehan yang terjaga, generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak kemajuan yang membawa kedamaian, kebaikan, serta manfaat bagi seluruh umat.

Aw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *