Indramayu,Kicaunews.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar oleh Kemendagri secara daring di Ruang Indramayu Command Center (ICC), Senin (27/04/26) kemarin. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, beserta jajaran terkait.
Rapat koordinasi menjadi sangat krusial mengingat adanya sorotan tajam dari pusat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, khususnya terkait fluktuasi harga pangan pokok.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam arahannya memberikan teguran keras kepada 321 pemerintah daerah yang dinilai pasif dan belum melakukan upaya konkret. Tomsi menegaskan, pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya dengan menghadiri rapat tanpa aksi nyata di lapangan.
“Jangan hanya menanti nasib bagus atau berharap anugerah tanpa tindakan. Saya minta kepala daerah serius memanfaatkan bantuan APBN, seperti program penanaman cabai dan bawang. Jika lahan tidak disiapkan dan bantuan tidak dimanfaatkan, itu tanda kepala daerah tidak amanah,” tegas Tomsi Tohir.
Tomsi juga menginstruksikan daerah untuk berhenti menggunakan alasan klasik seperti faktor cuaca atau distribusi, dan meminta setiap kementerian serta Pemda langsung fokus pada solusi konkret guna menjaga daya beli masyarakat.
Menanggapi arahan tegas tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti menyatakan, Kabupaten Indramayu siap menjalankan instruksi pusat. Indramayu sendiri tercatat sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang menerima intervensi bantuan APBN dari Kementerian Pertanian untuk pengamanan pasokan cabai dan bawang.
Asep Abdul Mukti menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kesiapan lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang diminta oleh pemerintah pusat.
“Kami menyadari bahwa kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui stabilitas harga. Sesuai arahan Sekjen Kemendagri, Pemkab Indramayu tidak akan sekadar memantau, tetapi langsung bergerak memastikan bantuan penanaman cabai dan bawang ini terlaksana dengan baik. Kami berharap program ini menjadi solusi jangka panjang agar pasokan pangan di Indramayu tetap aman, sehingga harga-harga di pasar tetap stabil dan terjangkau bagi warga,” ujar Asep Abdul Mukti.
Selain fokus pada penanaman mandiri, Pemkab Indramayu juga akan memperkuat koordinasi dengan Bulog untuk memantau distribusi komoditas beras dan minyak goreng, guna mengantisipasi lonjakan harga di tingkat pedagang maupun konsumen. (Bd)


















