Kabupaten Bandung,kicaunews.com – Hujan yang seharusnya membawa berkah justru menjadi sumber kekhawatiran bagi Saparudin (58) dan keluarganya.
Rumah yang mereka tempati di Dusun Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kini dalam kondisi memprihatinkan dan terancam roboh.
Bangunan rumah yang sebagian besar ditopang bambu itu sudah mengalami kerusakan di berbagai sisi. Sejumlah bambu bahkan telah tercerabut, membuat struktur rumah semakin rapuh, terutama saat hujan deras turun.
“Enak gak enaknya, pahit dan manisnya, udah kemakan. Cuma kesabaran yang jadi obatnya,” kata Saparudin saat ditemui, Jumat (3/4)
Rumah tersebut terdiri dari tiga ruangan dengan ukuran terbatas. Hanya satu ruangan yang memiliki tempat tidur dalam kondisi lusuh, sementara dua ruangan lainnya hanya beralaskan tikar.
Keterbatasan ruang penyimpanan membuat barang-barang rumah tangga dan dagangan dibiarkan berserakan, sehingga kondisi rumah terlihat kumuh.
Saparudin mengatakan rumah itu merupakan peninggalan ibunya. Sejak ibunya meninggal dunia, ia tinggal bersama 11 anggota keluarga lainnya, termasuk adik dan keponakan.
Saat hujan turun deras pada malam hari, Saparudin harus bergantian dengan adiknya untuk beristirahat, sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu rumah tersebut roboh.
Ia berharap ada bantuan untuk memperbaiki kondisi rumahnya agar lebih layak huni dan aman bagi keluarganya.*


















