Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag : Waspadalah Tuhan selalu Mengawasi (Muroqabah)

233
×

Dr.H.M.Suaidi,M.Ag : Waspadalah Tuhan selalu Mengawasi (Muroqabah)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com- Muroqobah adalah konsep spiritual dalam Islam di mana seorang hamba merasa senantiasa diawasi, dipantau, dan disaksikan oleh Allah SWT atas segala perbuatan, ucapan, dan lintasan hatinya, baik dalam keadaan ramai maupun sendiri. Praktik ini menanamkan rasa malu, kehati-hatian, dan kedisiplinan dalam beribadah untuk mencapai maqam ihsan.

Allah SWT berfirman dalam QS.Al Fajar Ayat : 14.

Example 300x600

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ

Sesungguhnya Tuhanmu selalu mengawasi.

Ayat tersebut mengandung representasi metaforis, membandingkan pengamatan Allah yang terus-menerus terhadap perbuatan manusia, pembalasan-Nya bahkan untuk tindakan terkecil sekalipun, yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun, dengan seseorang yang bersembunyi di jalan, siap untuk menangkap dan menimpa siapa pun yang sedang bepergian.
Abdullah ibn Abbas (semoga Allah meridainya) berkata, mengenai ayat, “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengawas,” bahwa itu berarti Dia mendengar dan melihat. [1]
Kata “mirṣād” dalam bahasa Arab juga merujuk pada tempat di mana pengamat menemukan musuh. Al-Qurtubi berkata, “Artinya, di jalan manusia, tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari-Nya. ‘Mirṣad’ dan ‘mirṣād’ keduanya berarti ‘jalan.

Pentingnya merasa diawasi Allah SWT. Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin 3:74 Sahal bin Abdullah berkata:

Saya pada waktu itu anak kecil berumur 3 tahun, terkadang bangun dari tidur ketika malam hari dan melihat pamanku, Muhammad bin Suwar sedang melaksanakan salat.

Suatu hari dia berkata kepadaku: Apakah engkau tidak berzikir (mengingat) Allah yang telah menciptakanmu?

Aku bertanya: Bagaimana aku mengingat-Nya?

Dia berkata kepadaku pada umurku ketika itu: Bacalah dengan hatimu ketika engkau berbalik di tempat tidur sebanyak 3 kali tanpa menggerakkan lisanmu.

الله معي الله ناظري الله شاهدي

Allah bersamaku,Allah melihatku, Allah menyaksikanku.

Aku membaca dan mempraktikkan bacaan ini setiap malam-malamku, dan terus bertambah semakin banyak saya baca. Pamanku berkata lagi, bacalah 7 kali, lalu aku baca dan dia berharap aku terus menambah jumlah bacaanku. Sehingga muncul kenikmatan mengingat Allah dalam hatiku

Setelah satu tahun, pamanku berkata: ‘Jaga apa yang telah aku ajarkan, dawamkan sampai engkau masuk kubur, karena mendekatkan diri (muraqabah) kepada Allah akan memberikan manfaat di dunia dan akhirat‘.

Dan aku terus membacanya selama bertahun-tahun, sehingga aku mendapatkan manisnya zikir dalam kesendirianku.

Suatu hari paman berkata lagi kepadaku: Wahai Sahal, Siapa yang Allah bersamanya, Allah melihatnya dan Allah menyaksikannya, apakah akan bermaksiat? Lalu aku jawab Tidak. Dia berkata: Jauhilah maksiat.

Maka aku menyendiri untuk mentadabburi maknanya, lalu aku dapatkan dirimu benci dengan maksiat, sangat takut kepada Allah dan segala puji hanya bagi Allah.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *