Kicaunews.com- Merujuk pada ajaran Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam (khususnya Pasal 147 dalam beberapa syarah), yang menjelaskan tentang Nurul-Yaqin (cahaya keyakinan) dan dampaknya terhadap pandangan seseorang mengenai akhirat.
لواشرق لك نوراليقين لرايت الاخرةاقرب اليك من ان ترحل اليها ولرايت محاسن الدنيا قدظهرت كسفةالفناء عليها
Andaikan cahaya keyaqinan itu telah menerangi hatimu, niscaya engkau dapat melihat akhirat itu lebih dekat kepadamu, sebelum engkau melangkahkan kaki kepadanya, dan niscaya engkau akan melihat segala keindahan dunia, telah diliputi kesuraman dan kerusakan yang akan menghinggapinya.
Apabila cahaya ketakinan (نور اليقين ) sudah melekat dan menerangi hati seorang hamba, ia akan mampu melihat akhirat dengan lebih jelas, bahkan seolah lebih dekat daripada langkah kakinya sendiri.
Akhirat Terasa Dekat, Dunia Terasa Jauh: Ketika cahaya ini menyinari hati, akhirat (yang merupakan hak/kebenaran abadi) tampak dekat, sedangkan dunia (yang akan rusak) tampak menjauh dan suram.
Hati yang Terang (نوراليقين) membuat dada menjadi lapang dan terbuka, memungkinkan seseorang membedakan antara yang benar (akhirat) dan yang salah (dunia yang menipu).
Ini bukan penglihatan mata fisik, melainkan pandangan mata hati (bashirah) yang didasari keyakinan mutlak kepada Allah, sehingga dunia tidak lagi menjadi penghalang.
Semakin kuat iman dan keyakinan (نور اليقين) seseorang, semakin ia menyadari betapa dekatnya ajalnya dan kehidupan akhirat, yang akhirnya membuatnya tidak terpedaya oleh kesenangan duniawi.
والله اعلم

















