Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNewsParlemenPolitik

Lansia Lumpuh dan Terlantar di Desa Montor, Luput Dari Perhatian Dinsos Pandeglang 

1069
×

Lansia Lumpuh dan Terlantar di Desa Montor, Luput Dari Perhatian Dinsos Pandeglang 

Sebarkan artikel ini
Plt. TKSK Pagelaran, Amid saat menyerahkan bantuan darurat kepada pihak keluarga Jumanah, seorang Perempuan Lanjut Usia (Lansia) yang lumpuh. (Dokumen Redaksi, Haji Merah/ Sumber Foto: Amid)
Example 468x60

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM– Di sebuah gubuk reyot di kampung Montor Timur, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Jumanah (60) harus menanggung nasib getir dan merana.

Tubuh nya lumpuh, hidup sebatang kara, dan hanya mengandalkan belas kasih tetangga dan semua orang dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Example 300x600

Kondisi memprihatinkan yang dirasakan Jumanah itu, baru terungkap dan diketahui setelah seorang warga Montor Barat, di Desa Montor melaporkannya kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (18/09).

“Ibu Jumanah ini tinggal sendirian di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Beliau lumpuh total sejak dua bulan lalu, akibat jatuh saat pulang mengambil air dari sumur. Sejak itulah, aktivitasnya benar-benar bergantung pada bantuan orang lain,” kata Amid, Plt. TKSK Kecamatan Pagelaran, Sabtu (20/09), kepada wartawan di Lokasi.

Pada, Sabtu (20/09), Amid bersama Saeful, Ketua Keluarga Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Pagelaran, didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Montor, Jamar, menyalurkan bantuan darurat berupa kasur lipat dan beras.

Plt. TKSK Pagelaran, Amid saat menyerahkan bantuan darurat kepada pihak keluarga Jumanah, seorang Perempuan Lanjut Usia (Lansia) yang lumpuh. (Dokumen Redaksi, Haji Merah/ Sumber Foto: Amid)

“Hari ini kami sudah memberikan bantuan darurat, berupa kasur dan beras, ini semoga bisa meringankan beban sementara ibu Jumanah,” kata Ketua KSB Kecamatan Pagelaran, Saeful.

Sementara itu, di tempat terpisah, Bendahara Umum Karang Taruna Desa Montor, Deni Iskandar, Sabtu (20/09) menilai bahwa, pemberian bantuan darurat yang sifatnya sementara itu, dinilainya tidak cukup.

Deni Iskandar.

“Bantuan sekali lewat tidak cukup. Beliau butuh jaminan hidup, entah lewat PKH (Program Keluarga Harapan) atau sembako rutin. Hari ini yang saya tahu, itu Ibu Jumanah itu tidak masuk list orang yang mendapatkan bantuan pemerintah, seperti PKH maupun BPNT.” Kata Deni, Sabtu (20/09) kepada wartawan dalam keterangan tertulis.

Mahasiswa Magister Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta itu berharap bahwa, kasus tersebut tidak hanya berhenti dalam bantuan sesaat.

Akan tetapi, Deni mendorong agar,  Pemkab Pandeglang melalui Dinas Sosial, hingga Kementerian Sosial juga menaruh perhatian lebih serius, pada kelompok rentan tersebut.

“Jangan sampai ada Jumanah-Jumanah lain, yang luput dari perhatian negara,” tegasnya.

Informasi, saat ini seorang perempuan Lansia yang lumpuh itu, hanya bisa terbaring, menunggu uluran tangan dari semua pihak. (Haji Merah)

Jumanah (60) tahun, seorang perempuan lanjut usia (Lansia), yang saat dalam keadaan lumpuh dan terlantar. (Dokumen Redaksi/ Foto: Haji Merah/Amid)
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *