Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaNews

Bapak dan Anak Tewas Kesetrum Mesin Penggiling Kedelai

109
×

Bapak dan Anak Tewas Kesetrum Mesin Penggiling Kedelai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Seorang pengusaha tempe di Dukuh Sugihan, Desa Pulo, Kecamatan/Kabupaten Rembang ditemukan meninggal dunia bersama anaknya. Jenazah ditemukan di tempat penggilingan kedelai di rumahnya sendiri, sekitar pukul 07.30 WIB.

Dua korban diketahui bernama Ngatin (55) dan Bagas Saputra (18), warga RT 5 RW 3, Dusun Sugihan, Desa Pulo, Kecamatan Rembang.

Example 300x600

Kapolsek Rembang AKP Al Sutikna menjelaskan, Korban di temukan saat Suyadi, tetangga korban diberi tahu oleh anaknya, melihat dua orang tergeletak di dekat mesin penggiling kedelai.

Sutikna menjelaskan , kronologinya berawal dari anak Suyadi berangkat sekolah dan melewati lokasi penggilingan kedelai milik Ngatin.

“(Anak Suyadi) Melihat ada dua orang tergeletak dekat mesin penggilingan kedelai tersebut. Warga yang diberi tahu anaknya itu langsung mendatangi tempat penggilingan yang berada di belakang rumah korban,” jelas Sutikna, Rabu (27/3/2024).

Saat sampai di lokasi, Suyadi melihat tetangganya sudah tergeletak tidak bernyawa bersama dengan anaknya.

“Ternyata benar saksi 1 melihat ada dua orang korban dalam keadaan tengkurap itu yang Pak Ngatmin dan anaknya (Bagas Saputro) dalam keadaan telentang. Sedangkan mesin penggilingan kedelai masih dalam keadaan nyala dengan posisi gelempang roboh,” tutur Sutikna.

Suyadi berusaha meminta pertolongan kepada warga lain bernama Slamet. Slamet saat itu hendak berangkat kerja dan melintas di TKP seketika berhenti lalu mendekat ke tempat penggilingan.

“Selanjutnya mencabut stop kontak pompa air. Kemudian saksi 1 Pak Suyadi mematikan saklar pada meteran pusat, baru saksi 2 Pak Slamet ini mencabut stop kontak mesin penggiling kedelai. Baru setelah itu saksi 2 memberitahukan kepada saudara atau keluarga korban, kemudian menghubungi Kades dan Kepolisian,” tutur Sutikna.

Kepolisian Sektor Rembang dengan Tim Inafis dan anggota piket Sat Reskrim Polres Rembang bersama-sama melakukan olah TKP. Mereka dibantu juga oleh petugas Puskesmas Rembang 2 untuk melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis oleh dr. Nur Khotib, menerangkan bahwa kedua korban meninggal dunia dikarenakan tersengat listrik (kesetrum) dan tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan atau penganiayaan. Pihak keluarga korban menerimakan kejadian tersebut murni karena kecelakaan kesetrum aliran Listrik dan tidak menuntut kepada siapa pun,” tutur Sutikna.

 

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *