Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Anugrah Widhy,S.Fil.I,Gr : Ramadhan Bulan Ampunan

265
×

Anugrah Widhy,S.Fil.I,Gr : Ramadhan Bulan Ampunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta –
SD Angkasa 12 yang berlokasi di Jl Gatot Kaca II Komplek Dirgantara II Halim Perdana Kusumah Kecamatan Makasar Jakarta Timur ,selama Ramadhan ,Para Guru menyampaikan Tausiah atau kultum setelah pembiasaan sholat Dhuha ,hari ini Rabu ,7 Ramadhan 1447 bertepatan tanggal 25 Februari 2026 yang memberikan tausiah nya Anugrah Widhy,S.Fil.I,Gr selaku Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan judul Ramadhan Syahrul Maghfiroh atau bulan ampunan , berikut isi kultum nya :

Assalamualaikum

Example 300x600

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita umur, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Di antara banyak keutamaannya, Ramadhan dikenal sebagai bulan ampunan, bulan di mana Allah membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini memberi harapan besar kepada kita semua. Tidak peduli sebanyak apa kesalahan kita di masa lalu, Ramadhan adalah kesempatan untuk memulai kembali.

Mengapa Ramadhan disebut Syahrul Maghfiroh atau bulan ampunan?

Pertama, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Ini tanda bahwa Allah ingin hamba-Nya kembali kepada-Nya.

Kedua, setan-setan dibelenggu, sehingga jalan menuju kebaikan menjadi lebih mudah dibandingkan bulan lainnya.

Ketiga, pahala amal dilipatgandakan. Amalan kecil menjadi besar nilainya di sisi Allah.

Namun pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih ampunan tersebut?

Yang pertama, taubat yang sungguh-sungguh. Menyesali dosa, berhenti dari kesalahan, dan bertekad tidak mengulanginya.

Yang kedua, menjaga kualitas puasa. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan hati. Percuma berpuasa jika masih suka berkata kasar, bergunjing, atau menyakiti orang lain.

Yang ketiga, memperbanyak istighfar. Kalimat sederhana “Astaghfirullahal ‘azhim” jika diucapkan dengan hati yang tulus mampu menghapus dosa.

Yang keempat, dekat dengan Al-Qur’an. Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, maka sebaik-baiknya amalan adalah membaca dan mengamalkannya.

Ada satu peringatan keras dari Rasulullah SAW: celakalah orang yang bertemu Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan. Artinya, kerugian terbesar bukanlah lapar dan haus, tetapi ketika Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.

Tanda seseorang mendapatkan ampunan adalah hatinya menjadi lebih lembut, ibadah terasa ringan, dan ia mulai meninggalkan dosa yang dulu sering dilakukan.

Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum perubahan. Mungkin ini Ramadhan terbaik kita, bahkan bisa jadi Ramadhan terakhir kita.

Penutup

Semoga setelah Ramadhan nanti kita keluar sebagai pribadi yang lebih bersih, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Mari kita tutup dengan doa:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna.
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka ampunilah kami.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (AW)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *