Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Dr HM Suaidi,M.Ag : Nomenklatur Shiyam(صيام) dan Shaum (صوم) dalam Al Qur’an

564
×

Dr HM Suaidi,M.Ag : Nomenklatur Shiyam(صيام) dan Shaum (صوم) dalam Al Qur’an

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KICAUNEWS.COM-
Dalam Alquran, terdapat istilah shiyam (disebut 7-8 kali) dan shaum (disebut sekali di Q.S. Maryam: 26) merujuk pada ibadah puasa, namun memiliki penekanan berbeda. Shiyam adalah istilah fikih untuk menahan diri dari makan, minum, dan hubungan intim dari fajar hingga magrib, sedangkan shaum secara bahasa lebih luas mencakup menahan diri dari bicara, nafsu, atau hal-hal yang membatalkan puasa secara umum.

Nomenklatur shaum dan shiyam dalam Alquran:
Shiyam (الصيام):
Digunakan untuk merujuk pada kewajiban puasa Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nazar.
Disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 183 (kewajiban puasa), Al-Baqarah 187, 196, An-Nisa 92, Al-Maidah 89, 95, dan Al-Mujadalah 4.

Example 300x600

Misal dalam QS. Al baqarah,ayat.183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ .

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Menekankan pada aspek lahiriah menahan diri dari hal-hal pembatal puasa.
Shaum (صومًا):
Disebutkan satu kali dalam Alquran, yaitu dalam QS. Maryam: 26.
Dalam ayat tersebut, shaum diartikan sebagai menahan diri dari berbicara, konteks yang dipraktikkan oleh Maryam.
Secara bahasa, shaum memiliki cakupan lebih umum untuk menahan diri dari nafsu.

فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًاۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّاۚ .

Makan, minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.

Perbedaan Utama:
Shiyam (Sifat Khusus): Puasa wajib/syariat menahan lapar dan dahaga.
Shaum (Sifat Umum): Menahan diri (termasuk lisan).
Secara ringkas, shiyam adalah istilah teknis-fikih, sementara shaum lebih luas mencakup puasa secara perilaku dan lisan.
والله اعلم

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *