Bandung,kicaunews.com — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menyatakan pengamanan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga pencegahan kejahatan, khususnya C3 (curat, curas, dan curanmor).
Rudi di Bandung, Rabu (15/4/2026), mengatakan angka kejahatan C3 pada 2026 tercatat 110 kasus, menurun dibandingkan 2025 sebanyak 240 kasus dan 2024 sebanyak 189 kasus.
“Penurunan ini merupakan hasil dari strategi yang dijalankan sejak awal operasi, termasuk penguatan patroli reserse kriminal dan pemetaan wilayah rawan,” katanya.
Ia menjelaskan pihaknya menginstruksikan jajaran Polres untuk mengoptimalkan sistem Kring Reskrim melalui patroli rutin serta analisis waktu dan lokasi rawan tindak pidana.
Selain itu, kata dia, koordinasi antara satuan reserse kriminal Polres dengan tim Resmob Jatanras Polda Jawa Barat juga diperkuat guna mempercepat pengungkapan kasus.
Rudi menambahkan pengawasan juga ditingkatkan di titik rawan, seperti rest area, jalur alternatif, serta akses jalan kecil yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
“Petugas juga diminta meningkatkan patroli pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus curanmor turut didukung program “Hilang-Temu” kendaraan.
“Program ini membantu masyarakat mendapatkan kembali kendaraan yang sempat hilang setelah ditemukan oleh polisi dan akan terus dilanjutkan,” katanya.
Polda Jawa Barat berharap langkah tersebut dapat menjaga situasi keamanan selama arus mudik dan balik Lebaran tetap kondusif.*


















