Kicaunews.com- Beberapa wilayah Indonesia saat ini ada yang sedang dilanda banjir, longsor, kebakaran dan lainnya. Semua bencana tersebut terjadi atas ketentuan dan kehendak Allah SWT, namun semua bencana yang terjadi akibat ulah manusia, meski Allah yang menetapkan sebagai takdir NYA. Allah mengingatkan bahwa bencana di darat maupun di laut akibat ulah manusia ;
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
_”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)._” (Q.S.Ar rum;41)
Dalam ajaran Islam, bencana dipandang sebagai bagian dari takdir Allah, setidaknya memiliki empat fungsi yaitu ; _pertama, sebagai ujian keimanan_, dengan adanya bencana manusia diuji untuk lebih sabar, lebih kuat dan tawakal, kesemuanya adalah agar manusia kembali menguatkan keyakinan atau keimanannya kepada Allah SWT. _Kedua; teguran atas dosa manusia_, manusia dengan segala fasilitas dan kemurahan Allah terkadang lupa diri dan berjalan dengan congkak dimuka bumi, kesombongan akan kemudahan dan kemurahan Allah kadang membuat manusia mengeksploitasi alam tanpa sadar merusak alam demi kesenangan dan keuntungan semata. Dengan adanya bencana maka manusia ditegur oleh Allah agar sadar bahwa bumi bukan tempat orang yang congkak (takabur). Perilaku alam pun berbanding lurus dengan perilaku manusia, jika baik dan merawat alam maka alampun akan baik terhadap manusia. _Ketiga; penghapus dosa (kafarat)_, manusia yang tertimpa musibah dan bencana lalu dia bersabar maka bencana yang menimpanya akan menggugurkan dosa-dosanya, sebagai kafarat atau penghapusan dosa, bahkan jika ada yang meninggal karena bencana semantara ia beriman maka kematiannya menjadi syahid._Keempat; kasih sayang untuk mengangkat derajat hamba-Nya_, terkadang dari bencana dan musibah yang terjadi, Allah mencurahkan rasa kasih sayangnya kepada manusia, dengan musibah yang terjadi banyak manusia menjadi lebih meningkat keimanannya, ini salah satu wujud bahwa Allah mengangkat drajat dan kemuliaan hambanya.
Pada akhirny semuanya bencana dan musibah yang terjadi bertujuan agar manusia kembali kepada Allah dan meningkatkan kesadaran spiritual, dengan ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa tidak ada musibah yang terjadi tanpa izin-Nya.
Demikian disampaikan Azis Khafia, sekretaris bidang kesehatan dan lingkungan Majelis Ulama Indonesia kota Jakarta selatan.

















