Indramayu,Kicaunews.com- Manusia membutuhkan mangrove, namun mangrove tidak pernah membutuhkan manusia. Begitulah kenyataannya.
Mangrove sering juga disebut dengan nama pohon api-api, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pohon bakau. Pohon ini banyak tumbuh di sekitar kawasan pesisir pantai atau muara sungai.
Mangrove memiliki sejuta manfaat untuk manusia. Pohon ini tahan terhadap kadar garam atau air asin yang tinggi.
Akar tunjangnya sangat kuat, menancap ke lumpur dengan sangat dalam sehingga mampu menahan abrasi pantai.
Bahkan boleh dibilang mangrove adalah benteng alami penahan ombak dan pencegah abrasi. Ia juga menjadi habitat bagi ikan-ikan kecil dan biota laut lainnya.
Namun, yang lebih penting dari mangrove adalah kemampuannya dalam menghasilkan gas oksigen yang sangat banyak dibutuhkan oleh manusia, serta menyerap karbon dioksida demi kelangsungan hidup makhluk di planet bumi ini.
Sebagai gambaran, 1 pohon mangrove dapat menyuplai kebutuhan oksigen untuk 3 manusia. Dengan begitu, semakin banyak pohon mangrove yang ditanam, semakin banyak manfaat yang dihasilkannya.
Bahkan, mangrove juga menjadi senjata bagi manusia untuk melawan perubahan iklim. Karenanya, tidak salah bila mangrove dijuluki sebagai paru-paru dunia.
Pada hari ini, 26 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar peringatan Hari Mangrove dengan tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” bertempat di Pantai Eretan, Kecamatan Kandanghaur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengatakan bahwa kerusakan ekosistem mangrove dapat membawa implikasi serius bagi kelangsungan makhluk hidup.
Ia mengajak semua pihak untuk memelihara keseimbangan ekosistem, di antaranya dengan menanam dan memelihara mangrove.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL), Tarika, juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan. Ia siap berkolaborasi dengan siapa pun untuk menjaga dan merawat bumi. (Bd)
















