TANGSEL, KICAUNEWS.COM– Mahasiswa Banten mempertanyakan realisasi penggunaan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, sebesar 3,7 Miliar untuk kebutuhan sewa hotel.
Ketua Umum Jaringan Mahasiswa Banten (JMB) Jakarta, Kasman Guntoro mengatakan, besaran anggaran yang digunakan Dindikbud Provinsi Banten tersebut menimbulkan pertanyaan publik.
Menurut Kasman, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memiliki sejumlah gedung dan aula milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi rapat, sosialisasi, maupun kegiatan kedinasan lainnya sehingga pengeluaran untuk sewa hotel dapat ditekan.
“Jika kegiatan dipusatkan di gedung milik pemerintah, anggaran Rp3,7 miliar itu tidak perlu habis untuk biaya sewa hotel. Dana tersebut dapat dialihkan untuk program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya peserta didik,” kata Kasman, melalui keterangan tertulis, seperti diterima wartawan, Rabu (29/07).
Menurut Kasman, penggunaan anggaran sebesar 3,7 miliar itu semestinya bisa diarahkan pada program-program yang bersentuhan langsung dengan peserta didik di Banten.
“Uang Rp 3,7 Miliar itu sangat bermanfaat sekali jika digunakan Dinas Pendidikan, untuk program seragam gratis, misalnya. Kemudian juga di Banten ini, banyak orang tua yang masih kesulitan membeli seragam karena harganya tidak murah,” terang Kasman.
Selain itu, Kasman juga menegaskan bahwa, Pemprov Banten seharusnya bisa menggunakan uang APBD untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak di sektor pendidikan dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat Banten.
“Harapan masyarakat sederhana, dahulukan kebutuhan dasar anak-anak sekolah, dan sebenarnya, anggaran daerah yang digunakan itu sangat bisa untuk di arahkan kepada hal-hal yang bermanfaat, dan menyentuh pada kepentingan pendidikan.” Terangnya.
Kasman menjelaskan bahwa, salah satu kebutuhan yang hingga kini masih menjadi beban masyarakat adalah biaya pembelian seragam sekolah bagi siswa SMA/SMK negeri.
“Jadi memang, tidak sedikit orang tua yang harus mengeluarkan biaya besar setiap memasuki tahun ajaran baru, itu tujuannya untuk memenuhi kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah saja itu,” katanya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemprov Banten, terkhusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Demi keberimbangan informasi pemberitaan, wartawan masih melakukan penelusuran dan menunggu tanggapan dari Dinas terkait. (Haji Merah)

















