Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Dasawisma RW.09 Ragunan Sulap Galon Air Bekas Menjadi Komposter, Gerakkan Pengelolaan Sampah Mandiri

69
×

Dasawisma RW.09 Ragunan Sulap Galon Air Bekas Menjadi Komposter, Gerakkan Pengelolaan Sampah Mandiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kicaunews.com – Kreativitas dan kepedulian Kader Dasawisma RW.09 Ragunan patut diapresiasi. Di tengah aktivitas keseharian, Dasawisma yang diketuai oleh Kusnaeni tersebut secara mandiri menyulap galon air bekas menjadi komposter yang berfungsi sebagai wadah penguraian sampah organik.

 

Example 300x600

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Pengurus RW.09 Ragunan bersama warganya dalam membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas.

 

Komposter tersebut dirancang untuk menampung dan mengolah sampah organik dari sisa makanan, daun, dan limbah dapur lainnya.

 

Tak hanya itu, Dasawisma RW.09 Ragunan juga mengembangkan berbagai metode pengelolaan sampah ramah lingkungan, mulai dari pembuatan lubang biopori hingga perencanaan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah non-organik.

 

Menariknya, proses pembuatan komposter dilakukan oleh kader Dasawisma tersebut nantinya secara gotong royong akan diterapkan kepada para warga untuk pembuatannya dan pengelolaan sampah rumah tangga di rumahnya masing – masing.

 

Ketua RW.09 Ragunan, Ahmad Zakky Fuady, SE, MM mengatakan bahwa selain sebagai tindak lanjut dari Instruksi Gubernur nomor 5 tahun 2026 terkait pengelolaan sampah, inisiatif ini lahir dari kesadaran bersama warga akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

 

“Kami membuat ini untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan kami. Ini kita lakukan juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah melakukan pengelolaan sampah,” ujar Ketua RW.09 Ragunan, Zakky Fuady dalam keterangannya kepada Kicau News, Selasa ( 28/07/2026 )

 

Pengelolaan sampah yang dilakukan ini juga dilalukan secara mandiri atau dengan biaya swadaya dari Kader Dasawisma dan masyarakat sekitar. Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu memotong dan merakit galon air bekas menjadi komposter yang siap digunakan.

 

Nantinya, hasil penguraian sampah organik ini akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.

 

Ahmad Zakky Fuady juga menambahkan, pengelolaan sampah mandiri juga bertujuan membentuk budaya sadar kebersihan di tengah masyarakat, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pihak lain.

 

“Ini berkonsep dari warga untuk warga. Jadi harus bisa mandiri, nanti kami akan sosialisasikan dan membuat aturan bersama para Ketua RT dan para Kader Dasawisma serta Kader Jumantik,” terangnya

 

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai guna dan nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

 

“Jadi warga juga harus sadar bahwa sampah dan limbah ini juga memiliki nilai ekonomi dan bisa membuat lingkungan sehat. Untuk komposter sendiri nanti bisa menjadi pupuk cair dan pupuk kompos,” tuturnya.

 

Inisiatif dan kegiatan Kader Dasawisma ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas dapat berjalan efektif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *