Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaNasionalNewsParlemenPolitik

Mahasiswa Minta Pemerintah Benahi Kebijakan dan Penegakan Hukum

76
×

Mahasiswa Minta Pemerintah Benahi Kebijakan dan Penegakan Hukum

Sebarkan artikel ini
forum diskusi "98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak" yang digelar Komunitas 98 Garis Lucu, Sabtu (25/7), di Guyonan Cafe, Kebayoran, Jakarta Selatan. (Dokumen Redaksi Media Group Kicau/Haji Merah)
Example 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendorong agar pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan publik dan kembali memperkuat penegakan hukum sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berkeadilan.

Pandangan itu mengemuka dalam forum diskusi “98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak” yang digelar Komunitas 98 Garis Lucu, Sabtu (25/7), di Guyonan Cafe, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Example 300x600

Forum yang mempertemukan mahasiswa dengan Aktivis 98 tersebut menjadi jembatan sekaligus ruang bertukar gagasan mengenai berbagai isu kebangsaan, mulai dari implementasi kebijakan pemerintah, dugaan kasus korupsi, hingga tantangan penegakan hukum di Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Deodatus Sunda, mengatakan kebijakan publik di era kepemimpinan Prabowo-Gibran harus disusun berdasarkan kajian yang matang.

Mahasiswa yang akrab disapa Dendi itu menilai, saat ini terdapat sejumlah program pemerintah, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang perlu dievaluasi secara berkala agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Setiap kebijakan publik harus melalui kajian yang matang. Program yang tidak disusun secara cermat berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diharapkan bagi masyarakat seperti yang sedang terjadi,” kata Dendi.

Tidak hanya itu, Dendi juga menyoroti praktik penegakan hukum yang dinilai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan cita-cita Reformasi 1998. Ia menjelaskan, masih banyak kasus hukum yang menjadi perhatian publik.

Senada, mahasiswa Universitas Atma Jaya, Fransisca Angela, mengatakan kepastian hukum dan perlakuan yang adil merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan penegakan hukum yang adil. Banyaknya kasus hukum yang mencuat menjadi pengingat bahwa reformasi sektor hukum masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” kata Fransisca.

Diketahui, dalam diskusi itu peserta juga menyinggung sejumlah isu nasional yang berkembang di ruang publik. Selain itu, forum “98 Menggugat Jilid 2: Anak Muda Berteriak” menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan Aktivis 98 sebagai langkah memperkuat tradisi berpikir kritis. (Haji Merah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *