Kicaunews.com,Jakarta – Seminar Nasional bertajuk “Memajukan Literasi untuk Pendidikan Bermutu” yang diselenggarakan pada Jumat (24/7/2026) mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas guru, dosen, kepala sekolah, pegiat literasi, mahasiswa, hingga pemerhati pendidikan.
Seminar merupakan hasil kolaborasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Bahasa Provinsi Maluku, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku, dan Jalin Pena Indonesia.
Ketua Jalin Pena Indonesia, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd., mengatakan seminar nasional ini merupakan tindak lanjut dari berbagai pembahasan dan arahan yang telah dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memperkuat budaya literasi di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dan pegiat literasi.
“Kegiatan ini menindaklanjuti beberapa pembicaraan dan arahan untuk bersilaturahmi dan mengembangkan kompetensi berkaitan dengan literasi, khususnya untuk pendidikan bermutu,” ujar Misbah.
Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, akademisi, dan komunitas dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai pembicara kunci, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pembahasan mengenai literasi tidak dapat dipisahkan dari tujuan pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Bicara literasi tentu kita akan mengacu kepada tujuan pembangunan nasional,” kata Hafidz.
Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen bangsa memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
“Dalam Undang-Undang Dasar 1945 kita dituntut berkomitmen untuk mewujudkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hafidz menyampaikan bahwa penguatan literasi merupakan bagian dari visi besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Cita-cita dan visi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ungkapnya.
Menurut Hafidz, literasi pada masa depan tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi harus mampu membangun kemampuan berpikir peserta didik agar memiliki daya saing di era global.
“Literasi ke depan harus diarahkan bagaimana daya nalar, daya kritis murid kita harus lebih baik lagi,” tegasnya.
Selain Hafidz Muksin, seminar juga menghadirkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Toha Machsum, M.Ag., Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa, S.S., M.A., Kepala BPMP Provinsi Maluku Dr. La Mansur, S.Pd., M.Pd., serta dimoderatori oleh Salomina Magdalena Nussy, S.Pd., M.Pd.
Tingginya antusiasme peserta yang mencapai lebih dari 500 orang menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap penguatan literasi sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan. Melalui seminar ini, para narasumber berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan komunitas literasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.(AW)

















