Kicaunews.com, Jakarta, — Dalam menghadapi dinamika umat Islam di tingkat nasional maupun global, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah akan menyelenggarakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Se-Indonesia pada 29–30 Juni 2026 di Ruang BJ.Habibie- Gedung BRIN, Thamrin, Jakarta Pusat.
Acara ini merupakan salah satu program strategis yang diluncurkan menjelang Kongres Umat Islam Indonesia dan Milad MUI. Silatnas akan menjadi forum strategis yang menghadirkan pimpinan ormas Islam tingkat pusat serta perwakilan Komisi Ukhuwah dari berbagai provinsi, Jumat (26/6).
Ketua Panitia Silatnas, *H. Agus Sudono, S.Pd.I., M.Si.*, menyampaikan bahwa acara ini diharapkan menjadi ruang temu yang konstruktif untuk menyamakan langkah menghadapi tantangan keumatan.
> “Kami menyiapkan forum ini agar semua komponen umat, terutama ormas Islam dan Komisi Ukhuwah dari seluruh Indonesia, dapat bersinergi membangun ketahanan umat melalui pendekatan kebangsaan dan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI, *KH. M. Anwar Iskandar*, dijadwalkan akan memberikan sambutan dalam pembukaan Silatnas. Dalam beberapa kesempatan, beliau menekankan pentingnya ukhuwah sebagai poros dalam menjaga kesatuan umat di tengah dinamika sosial-politik nasional.
Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI, *Dr. KH. M. Zaitun Rasmin, Lc., M.A.*, yang juga menjadi pembicara kunci dalam sesi “Urgensi Penguatan Ukhuwah Islamiyah di Tengah Tantangan Kebangsaan dan Global”, menilai Silatnas ini sebagai momentum konsolidasi strategis umat.
> “Ukhuwah bukan hanya konsep spiritual, tetapi pilar peradaban. Jika tidak kita perkuat secara sistemik dan kolektif, keretakan sosial bisa terus melebar,” tegasnya.
Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI, *Dr. Khairan Arif*, menyebutkan bahwa dalam Silatnas ini akan dipaparkan hasil awal Indeks Ukhuwah, yang telah dikembangkan MUI bersama tim ahli dan BRIN.
> “Indeks ini adalah alat ukur vital yang bisa menjadi alarm sosial dalam mencegah konflik dan mempererat kohesi antarkelompok,” jelasnya.
Silatnas juga akan menghadirkan berbagai sesi penting seperti strategi pencegahan konflik keagamaan, sosialisasi BRIN Goes to Society, serta sesi berbagi praktik terbaik dari Komisi Ukhuwah Provinsi.
Acara akan ditutup dengan penyusunan deklarasi bersama dan rencana tindak lanjut yang akan menjadi bahan advokasi bersama kepada pemangku kebijakan nasional.(AW)

















