BANYUMAS, Kicaunews.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat berkomitmen penuh dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan serta kelestarian produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Hal ini dibuktikan melalui pengawalan dan pendampingan langsung terhadap Tim Audit Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) di bidang produksi sadapan getah pinus yang dilaksanakan di wilayah kerja KPH Banyumas Barat.
Kegiatan ini didasari atas instruksi langsung dari Administratur KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut. Ia memerintahkan Kepala Seksi (Kasi) Produksi beserta jajaran terkait untuk mendampingi seluruh rangkaian proses audit guna memastikan transparansi dan kesesuaian prosedur di lapangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kasi Produksi bersama Tim Auditor PHL turun langsung ke lokasi petak sadapan yang berada di pangkuan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang.
Pemeriksaan lapangan (on-the-spot) ini dilakukan secara detail untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas pemanenan getah pinus berjalan linear dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan.
“Audit ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengelolaan HHBK pada sadapan getah pinus benar-benar mematuhi regulasi dan SOP yang ada. Kita ingin memastikan hasil hutan dapat dipungut secara optimal untuk mendukung pendapatan perusahaan dan masyarakat, namun di sisi lain, kondisi tegakan pohon harus tetap sehat, hidup, dan lestari,” ujar Administratur KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut dalam keterangannya.
Hery menambahkan, pihak manajemen menaruh harapan besar pada hasil Audit Pengelolaan Hutan Lestari ini.
Menurutnya, hasil evaluasi dari tim auditor nantinya akan dijadikan sebagai soko guru atau pilar utama pedoman kerja bagi seluruh jajaran KPH Banyumas Barat dalam mengelola hutan secara lebih baik, terukur, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Selain aspek ekologi, keberlanjutan produksi sadapan getah pinus ini dinilai memegang peranan krusial dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar hutan.
Dengan tata kelola yang benar dan lestari, produktivitas getah pinus diharapkan terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pekerja penyadap.
Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. (Red/Tugiman)


















