Kicaunews.com, Jakarta — Bawaslu DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Timur untuk memperkuat pengawasan Pemilu 2029. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
Pertemuan antara Bawaslu DKI Jakarta dan FKDM Jakarta Timur berlangsung di Jakarta pada Selasa (5/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi kelembagaan dalam menghadapi dinamika pemilu yang semakin kompleks, baik di ruang sosial maupun digital.
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, mengatakan pengawasan pemilu saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Menurutnya, peran masyarakat menjadi penting dalam mendukung pengawasan yang efektif.
“Pemilu saat ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk mendeteksi potensi kerawanan sejak dini,” imbuh Reki.
Ia menambahkan, keterlibatan FKDM diharapkan dapat memperkuat pemetaan potensi konflik sosial dan pelanggaran pemilu di tingkat wilayah.
Sementara itu, Ketua FKDM Jakarta Timur Ahmad Firdaus ” kesiapan untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas selama tahapan pemilu berlangsung. FKDM, kata dia, memiliki fungsi kewaspadaan dini yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung pengawasan”.
“Melalui kerja sama ini, kami siap membantu mengidentifikasi potensi gangguan maupun konflik yang dapat memengaruhi jalannya pemilu, khususnya di tingkat masyarakat,” tegasnya.
Selain aspek pengawasan, kerja sama ini juga mencakup upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Bawaslu dan FKDM akan mendorong peningkatan literasi publik, terutama dalam menyikapi informasi yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau disinformasi.
Ke depan, Bawaslu DKI Jakarta dan FKDM Jakarta Timur berencana mengembangkan kolaborasi melalui berbagai program, seperti pemetaan kerawanan wilayah, forum diskusi kewaspadaan, serta sosialisasi pengawasan partisipatif.
Bawaslu berharap sinergi ini dapat memperkuat kualitas pengawasan pemilu sekaligus menjaga stabilitas demokrasi di tingkat lokal menjelang Pemilu 2029.


















