Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Kisah Tentang Seorang Anak yang Sedih di Alam Qubur dan Ibu yang Lupa

164
×

Kisah Tentang Seorang Anak yang Sedih di Alam Qubur dan Ibu yang Lupa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com,Jakarta –

Rasulullah ﷺ bersabda:

Example 300x600

 

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

 

(رواه مسلم)

 

Jika anak adam meninggal dunia, amalnya menjadi putus kecuali tiga hal. Pertama, shadaqah jariyah, ilmu yang dmanfaatkan, atau anak shalih yang mendoakan dia.

 

Satu di antara bentuk kepedulian yang dibutuhkan oleh mereka yang telah mati adalah doa & sedekah. Oleh sebab itu, siapapun yang rajin berdoa dan bersedeka, apalagi di bulan Ramadan seperti saat ini, akan sangat bermanfaat bagi para pendahulunya yang telah lebih dulu kembali ke rumah abadi. Hal ini dilandasi sebuah kisah yang terdapat dalam kitab Mawaidz al-Ushfuriyyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfury. Berikut kisah lengkapnya,

 

Pada suatu malam Jumat, Tsabit al-Bannani sedang berkunjung ke suatu kuburan. Ia bermunajat kepada Sang Pemilik Semesta hingga adzan subuh berkumandang. Ketika bermunajat, ia diserang rasa kantuk yang amat besar hingga akhirnya tertidur. Saat tidur inilah, Tsabit al-Bannani bermimpi bahwa semua ahli kubur keluar dari kubur dengan wajah yang cerah serta pakaian yang memesona. Tak hanya itu, setiap dari mereka juga tampak membawa makanan yang lezat-lezat. Hanya seorang pemuda yang tampak murung dengan pakaian lusuh dan tangan kosong tanpa makanan sedikitpun. Setelah beberapa saat, para ahli kubur kembali ke kuburannya dengan wajah senang kecuali pemuda tersebut yang kembali dengan wajah sedih.

Tsabit terbangun dari mimpinya.

 

Lalu Tsabit al-Bannani berkata, Wahai pemuda, beritahu aku tempat ibumu tinggal. Aku akan menyampaikan kondisimu saat ini kepadanya.

 

Sang pemuda kembali menjawab, Wahai imam kaum muslimin, ibuku tinggal di suatu kampung yang seperti ini…. Jika ia masih tetap tidak ingin bersedekah untukku, maka sampaikan padanya bahwa di saku bajunya terdapat seratus mitsqal emas yang merupakan harta warisan ayahku dan itu menjadi hakku. Sampaikan agar ia bersedekah menggunakan uang itu.

 

Tsabit terbangun dari mimpinya.

 

Esok harinya, Tsabit al-Bannani pergi ke alamat yang diberitahu sang pemuda di dalam mimpi. Di tempat tersebut, Tsabit al-Bannanu bertemu dengan ibu sang pemuda. Tsabit al-Bannani segera menceritakan keadaan sang anak di dalam kubur. Mendengar cerita Tsabit al-Bannani, sang ibu langsung pingsan. Setelah siuman, sang ibu segera mengambil seratus mitsqal emas dan menyerahkannya kepada Tsabit al-Bannani sembari berkata, “Aku wakilkan kepadamu emas ini untuk kau sedekahkan atas nama anakku.

 

Tsabit al-Bannani menerima emas tersebut dan segera menyedekahkannya. Di suatu malam Jumat ketika ia mengunjungi saudara-saudaranya, ia tertidur dan bermimpi. Sebuah mimpi yang memperlihatkan wajah sumringah pemuda yang ia temui dalam mimpi beberapa hari yang lalu. Sang pemuda tiba-tiba berkata, Semoga Allah menyayangimu sebagaimana engkau menyayangiku.

 

والله اعلم

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *