Cilacap, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat memperketat pengawasan produksi getah pinus melalui skema Cek Datangi Eksekusi (CDE).
Langkah ini diambil untuk memastikan validitas data produksi serta sinkronisasi antara administrasi penyadap dengan kondisi riil di petak hutan.
Administratur KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, menginstruksikan jajaran di BKPH Sidareja untuk turun langsung melakukan pengecekan dari petak ke petak.
Hal ini dilakukan guna menjamin setiap tetes produksi getah pinus tercatat secara transparan dan akuntabel.
Menepis Budaya ‘Colong Balung’
Dalam arahannya yang disampaikan melalui Asper BKPH Sidareja, Sukirto, Eka Cahyadi menekankan pentingnya etika kerja dan profesionalisme.
Beliau secara tegas mengingatkan agar seluruh jajaran menghindari praktik kerja yang tidak jujur.
“Bekerjalah dengan integritas. Jangan sampai ada istilah ‘colong balung’ (bekerja tidak jujur atau menghindari tanggung jawab). Jika pekerjaan di lapangan benar, maka angka produksi yang dihasilkan pun akan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Eka Cahyadi.
Manajemen Target dan Kekuatan Tim
Selain aspek pengawasan, manajemen KPH Banyumas Barat juga menitikberatkan pada kesiapan mental dan fisik para petugas lapangan.
Terdapat tiga poin utama yang menjadi penekanan dalam instruksi tersebut:
Orientasi Target Harian: Setiap Mandor Sadap diwajibkan melakukan tinjauan target (briefing mandiri) setiap pagi sebelum menuju lapangan.
Hal ini bertujuan agar pemenuhan setoran getah per periode tetap terkontrol dan tidak terlewat.
Kesehatan Petugas: Mengingat beban kerja fisik yang tinggi di area hutan, faktor kesehatan menjadi prioritas utama guna mendukung produktivitas yang berkelanjutan.
Soliditas Teamwork: Keberhasilan pencapaian target produksi disebut sangat bergantung pada koordinasi yang kuat antar lini di lapangan.
“Tetap jaga kesehatan dan jaga teamwork. Dengan kerja keras dan transparansi, kita pasti bisa mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya memberikan motivasi kepada para petugas.
Kegiatan CDE ini diharapkan mampu menekan potensi selisih data dan meningkatkan efisiensi operasional produksi getah pinus di wilayah KPH Banyumas Barat, khususnya di BKPH Sidareja, demi mendukung pendapatan sektor kehutanan yang optimal. (Red/Tugiman)


















