Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaTNI

Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dijadwalkan Dipulangkan 3–4 April 2026

231
×

Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dijadwalkan Dipulangkan 3–4 April 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta,kicaunews.com — Proses pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mulai menemui titik terang.

Jenazah para prajurit tersebut direncanakan diberangkatkan dari Lebanon menuju Indonesia pada akhir pekan ini.

Example 300x600

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengatakan jadwal keberangkatan diperkirakan pada Jumat (3/4/2026) atau Sabtu (4/4/2026), menyesuaikan ketersediaan penerbangan di tengah situasi konflik.

“Pemberangkatan kemungkinan kalau tidak hari Jumat, akan dilaksanakan hari Sabtu,” kata Rico di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan jadwal penerbangan di wilayah konflik menjadi tantangan dalam proses evakuasi. Meski demikian, kondisi jenazah dipastikan aman dan saat ini tengah menjalani proses pemulasaraan di Rumah Sakit Saida, Lebanon.

“Saat ini sudah berada di Rumah Sakit Saida dan sedang pemulasaraan jenazah yang rencananya dikembalikan ke Tanah Air,” ujarnya.

Salah satu prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, perwira pertama TNI asal Kota Cimahi, Jawa Barat. Almarhum merupakan anggota satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), tepatnya dari Grup 2, serta lulusan Akademi Militer tahun 2015.

Dalam penugasannya, Kapten Zulmi tergabung dalam Satgas Indonesian Battalion (INDOBATT), bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas menjaga stabilitas di Lebanon Selatan sejak 1978.

Pihak keluarga di Cimahi saat ini tengah bersiap menyambut kepulangan jenazah. Kerabat almarhum, Risman Efendi, menyampaikan harapan agar Kapten Zulmi mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Insiden yang merenggut nyawa para prajurit terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

Saat itu, Task Force Bravo (TFB) INDOBATT tengah melaksanakan pengawalan konvoi logistik milik Combat Support Service Unit (CSSU) dari Spanyol.

Selain mengawal logistik, tim juga tengah menjalankan misi penjemputan jenazah prajurit TNI lainnya, Praka Farizal Rhomadhon, yang gugur sehari sebelumnya akibat serangan artileri.

Namun, saat konvoi yang terdiri atas dua kendaraan TNI dan enam kendaraan logistik melintas, terjadi ledakan hebat yang menghantam kendaraan terdepan yang ditumpangi Kapten Zulmi.

Akibat insiden tersebut, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur di lokasi. Sejumlah personel lain, termasuk Kapten Inf Sulthan dan Praka Deni, mengalami luka-luka.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit asal daerahnya tersebut.

“Atas nama masyarakat Provinsi Jawa Barat, kami menyampaikan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit dalam menjaga perdamaian dunia tidak akan sia-sia dan akan menjadi bagian dari sejarah pengabdian bangsa.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan di wilayah Bani Hayyan masih dalam penyelidikan oleh otoritas PBB dan TNI. *

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *