Cimahi,kicaunews.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertakziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia, di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4) sekitar pukul 12.48 WIB.
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Zulmi meninggal dunia dalam serangan saat melaksanakan pengawalan kendaraan operasional pasukan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan pada Senin (30/3).
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Almarhum Kapten Zulmi bersama prajurit lainnya yang gugur merupakan prajurit terbaik TNI. Mereka telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan keberanian dalam menjalankan tugas negara,” ujar Panglima TNI.
Ia menegaskan bahwa negara akan memberikan penghargaan dan memenuhi seluruh hak prajurit yang gugur dalam tugas, khususnya dalam misi perdamaian dunia.
Menurut Panglima, hak-hak tersebut meliputi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), Santunan Risiko Kematian Khusus dari ASABRI, serta beasiswa pendidikan bagi anak-anak prajurit yang ditinggalkan.
“Negara menjamin seluruh hak prajurit yang gugur akan diberikan sepenuhnya kepada keluarga, termasuk kenaikan pangkat luar biasa, santunan, serta beasiswa bagi putra-putri almarhum,” katanya.
Suasana duka tampak menyelimuti rumah duka. Sejak kabar wafatnya diterima pada Selasa (31/3), para pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, mengenang Zulmi sebagai sosok disiplin, cerdas, dan religius sejak kecil.
“Sejak kecil beliau dikenal disiplin, pintar, dan memiliki pemahaman agama yang kuat. Almarhum adalah kebanggaan keluarga,” ujarnya.
Kapten Zulmi lahir pada 10 Maret 1993 dan mulai bergabung sebagai prajurit TNI pada 2015. Ia meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masih berusia lima tahun dan satu tahun. *

















