Kicaunews.com, Jakarta –
Ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanat rakyat telah banyak memakan korban, ya tentu saja korbannya adalah koruptor dan para pejabat yang selama ini telah banyak merugikan negara, merampok uang rakyat. Keberanian dan ketegasan mantan danjen kopassus tersebut telah memporak-porandakan bangunan oligarki yang tak pernah tersentuh oleh tangan hukum.
Banyak pengamat menilai keberanian dan ketegasan Presiden Prabowo dalam menanggulangi praktek-praktek korup di republik ini akan memantik api perlawanan dari berbagai pihak yang merasa tertampar oleh kebijakannya.
Seperti telah kita ketahui bahwa praktek-praktek merugikan keuangan negara kerap kali di bekengi oleh oknum pejabat negara juga. Bahkan infonya ada jenderal-jenderal bintang satu hingga bintang tiga dari TNI/POLRI yang ikut membekenginya.
Namun Presiden Prabowo tak bergeming, dalam pemerintahannya tidak ada yang kebal hukum, semua harus sama dimata hukum, siapapun yang bersalah harus menerima konsekuensi hukum.
” Saya tidak gentar, saya siap mati demi rakyat.” Ungkapnya ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya jenderal-jenderal yang selama ini membekengi para pelaku koruptor.
Sementara itu Ketua Gerakan Revolusi Putih Prabowo Subianto (GRP-PS08) Muchlis Hassan menduga bahwa ada gerakan bawah tanah yang sangat terstruktur sistematis dan masif berupaya menggoyang kepemimpinan Presiden Prabowo. Gerakan tersebut tidak menutup kemungkinan digawangi oleh orang-orang yang merasa terusik dengan kebijakan Prabowo, dan mereka akan terus berusaha mencari celah untuk menjatuhkan kredibilitas kepemimpinan Prabowo.
” Saya pikir tentu saja akan ada pihak-pihak yang berusaha menyerang serta menggoyang kepemimpinan beliau, apalagi sejak beliau memimpin republik ini telah banyak oknum-oknum TNI dan Polri baik yang masih aktif maupun sudah purna terseret dalam kasus korupsi. ” Ujarnya.
Muchlis juga menduga gerakan kelompok tersebut tidak berjalan sendiri, besar kemungkinan berkolaborasi dengan para pejabat yang saat ini masih aktif di pemerintahan. Semuanya tentu saja mempunyai tujuan yang sama yakni ingin menjatuhkan Prabowo.
” kan kita bisa lihat gerakan tersebut arahnya mau kemana, kuat dugaan jika melihat polanya tentu saja gerakan tersebut berkerjasama dengan pihak-pihak yang saat ini masih berada di lingkaran kekuasaan itu sendiri namun terganggu gerak geriknya, ” terangnya.
Sementara itu KH. Syukron Makmun juga ikut mengomentari hal tersebut, dalam sebuah video percakapannya dengan pengusaha Yusuf Hamka, mengatakan, Indonesia akan rugi besar jika kehilangan Prabowo. Ulama besar Betawi tersebut juga turut menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa mendoakan Prabowo.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman tersebut, menyatakan praktik korupsi di Indonesia sudah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan mengakar luas. Diperlukan seorang pemimpin pemberani seperti Prabowo untuk menanggulanginya.
KH Syukron Makmun menegaskan masa pemerintahan saat ini merupakan momentum penting yang tidak boleh disia-siakan dalam memperbaiki kondisi bangsa.
“Kalau beliau sampa dijatuhkan atau mundur, dampaknya bisa sangat fatal bagi masa depan bangsa Indonesia,” terangnya.
Kyai Syukron Makmun juga mengatakan para Ulama dan Habaib akan selalu mendukung niat baik Presiden Prabowo tersebut. Dirinya juga menilai bahwa rakyat Indonesia pada umumnya sangat mendukung ketegasan presiden RI ke. 8 tersebut.
Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan harapan masyarakat luas terhadap lahirnya tata kelola negara yang lebih bersih dan transparan dalam memperbaiki sistem pemerintahan.
“InsyaAllah forum ulama dan habaib berdiri di belakang Pak Prabowo, jangan mundur,” tegas KH Syukron Makmun.


















