Jakarta,kicaunews.com – Perjalanan hidup Paiman Raharjo menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan dapat diraih siapa saja yang memiliki tekad kuat dan kerja keras.
“Saya ini dulu orang bawah banget,” ujar Paiman mengenang masa lalunya.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) serta menjadi rektor, Paiman pernah bekerja sebagai tukang sapu dan kerap mendapat ejekan karena latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan SMP.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia justru menjadikan ejekan sebagai motivasi untuk terus maju.
“Saya yakin kesuksesan bukan hanya milik orang kaya atau yang berbakat saja. Siapa pun bisa sukses dengan kerja keras, pantang menyerah, doa, usaha, dan gemar bersedekah,” katanya. Minggu (30/3)
Keyakinan tersebut mendorongnya untuk terus melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Guru Besar. Ia juga dipercaya memimpin sebagai Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Universitas Jakarta International (UNIJI).
Pengalaman hidup dari bawah membentuk gaya kepemimpinannya yang empatik. Menurutnya, seorang pemimpin harus memahami kondisi bawahannya dan cepat menyelesaikan setiap permasalahan.
“Masalah tidak boleh ditunda. Harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Selain di dunia akademik, Paiman juga sukses di bidang bisnis, khususnya properti, dengan mengembangkan usaha kos-kosan hingga perumahan, serta menjabat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan.
Di balik kesederhanaannya, Paiman juga memiliki garis keturunan bangsawan dari Kerajaan Mataram. Ia merupakan keturunan Pangeran Aryo Kusumo dan menyandang gelar Kanjeng Pangeran Haryo Adipati (KPHA).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa gelar tidak berarti tanpa manfaat bagi sesama.
“Apa artinya gelar kalau hidup tidak bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.
Kini, Paiman aktif berbagi motivasi kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dan terus berjuang meraih mimpi.*


















