Bandung,kicaunews.com – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) memadati Dome Balerame, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Rabu (25/3/2026), dalam kegiatan halal bihalal pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.
Kehadiran ASN dari berbagai perangkat daerah itu menjadi simbol soliditas internal birokrasi sekaligus momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung. Kehadiran lintas lembaga ini mempertegas sinergi dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejak pagi, suasana Dome Balerame berlangsung tertib dan khidmat. Para ASN mengenakan pakaian seragam bernuansa putih dan hitam, mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekompakan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung yang ditujukan kepada para kepala perangkat daerah hingga pejabat struktural di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa halal bihalal tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Ia mengajak seluruh ASN memaknai Idulfitri sebagai titik balik dalam memperkuat integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung, kami mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Ibadah belum sempurna tanpa habluminannas, yaitu saling memaafkan,” ujarnya.
Dadang juga mengungkapkan capaian penghimpunan zakat fitrah melalui Baznas di lingkungan Pemkab Bandung yang mencapai sekitar Rp90 miliar. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepedulian sosial serta kesadaran spiritual para ASN.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang profesional dan berintegritas.
“Momentum Idulfitri harus menjadi penguat keimanan dan ketakwaan yang diwujudkan dalam kinerja nyata. ASN adalah pelayan masyarakat, bukan sekadar aparatur administratif,” tegasnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan musafahah atau saling bersalaman antara pimpinan daerah, Forkopimda, dan para ASN. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan tersebut.
Dengan kemasan sederhana namun sarat makna, halal bihalal tahun ini menjadi penegasan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya menyangkut sistem, tetapi juga nilai—integritas, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap publik.*


















