Bandung,kicaunews.com – Kabar duka datang dari Bandung Zoo. Salah satu koleksi satwa langkanya, anak Harimau Benggala bernama Hara, dilaporkan mati pada Selasa (24/3/2026) dalam usia sekitar 8 bulan.
Hara merupakan hasil kelahiran pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk Sahrulkan (jantan) dan Jelita (betina), serta memiliki saudara kembar bernama Huru. Kelahiran keduanya sempat menjadi perhatian karena menambah populasi satwa dilindungi di kebun binatang tersebut.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Eri Mildranaya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa bangkai Hara telah dilakukan pemeriksaan (nekropsi) oleh tim dokter hewan untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.
“Betul (mati). Namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap. Besok setelah hasil pemeriksaan dokter hewan keluar, akan kami sampaikan secara menyeluruh,” ujar Eri.
Saat ini, proses analisis medis masih berlangsung, termasuk kemungkinan pemeriksaan organ dalam, riwayat kesehatan, pola makan, serta kondisi lingkungan kandang. Langkah ini penting untuk memastikan apakah kematian disebabkan oleh faktor penyakit, infeksi, kelainan bawaan, atau faktor lain.
Pihak BBKSDA Jabar bersama pengelola kebun binatang juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perawatan satwa, terutama untuk memastikan kesehatan dan keselamatan Huru sebagai saudara kembar yang masih hidup, serta satwa lainnya.
Sebagai informasi, Harimau Benggala merupakan salah satu subspesies harimau yang dilindungi dan populasinya di alam liar terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Oleh karena itu, setiap kelahiran dan kematian satwa ini menjadi perhatian penting dalam upaya konservasi.*


















