Bandung,kicaunews.com – Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) bersama jaringan seniman dan aktivis lingkungan menggelar kegiatan pembagian sembako bagi para kuli panggul di kawasan Pasar Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di blok buah-buahan Pasar Gedebage itu juga mengundang berbagai pihak terkait di Kota Bandung. Selain berbagi bantuan menjelang Lebaran, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan pasar yang dinilai memprihatinkan.
Ketua FK3I Pusat yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan kondisi pengelolaan sampah di Pasar Gedebage yang dinilai belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, tumpukan sampah di kawasan pasar kerap terlihat menumpuk, sementara retribusi sampah tetap ditagihkan kepada para pedagang.
“Kami melihat adanya indikasi pembiaran dari pihak pengelola maupun pemerintah terkait persoalan sampah dan tata kelola Pasar Gedebage yang dinilai masih buruk,” ujar Dedi.
Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada para pedagang dan pekerja di pasar, termasuk kuli panggul yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.
Akibat situasi tersebut, kata Dedi, tidak sedikit pedagang yang mengalami penurunan pendapatan bahkan terpaksa menutup usahanya. Selain itu, hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat juga dinilai belum terpenuhi.
Melalui kegiatan ini, FK3I bersama jaringan seniman dan aktivis lingkungan tidak hanya menyalurkan bantuan sembako kepada kuli panggul, tetapi juga memberikan edukasi kepada pedagang mengenai pentingnya menjaga lingkungan pasar.
“Kami juga menyampaikan kritik dan masukan kepada pihak pengelola serta pemerintah agar persoalan pengelolaan sampah dan tata kelola pasar dapat segera dibenahi,” katanya.
Dedi berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi FK3I dan jaringan masyarakat untuk turut mendorong perbaikan tata kelola Pasar Gedebage, termasuk kemungkinan mendorong sistem pengelolaan yang lebih mandiri jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani.
Ia juga mengingatkan bahwa jika kondisi pembiaran terus terjadi, tidak menutup kemungkinan para pedagang akan menyampaikan aspirasi melalui aksi protes.
FK3I pun meminta aparat penegak hukum untuk turut menelusuri kemungkinan adanya indikasi korupsi maupun maladministrasi dalam pengelolaan pasar tersebut.*


















