Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Bupati Tika dan Wakil Bupati Beny Pimpin Kabupaten Kendal Genap Satu Tahun Banyak Perubahan dan Semakin Maju di Berbagai Sektor

275
×

Bupati Tika dan Wakil Bupati Beny Pimpin Kabupaten Kendal Genap Satu Tahun Banyak Perubahan dan Semakin Maju di Berbagai Sektor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kendal, Kicaunews.com -Dalam kepemimpinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Bupati Tika dan Wakil Bupati Beny terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

Pada, Jumat 20 Februari 2026 ini, genap satu tahun kepemimpinan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Wakil Bupati Benny Karnadi (Tika-Benny) sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Example 300x600

Sejak saat itu, pembenahan sudah banyak dilakukan di berbagai sektor, terutama ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Dari beberapa sektor tersebut menunjukkan bahwa di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kendal pada Triwulan III 2025 mencapai 8,84 persen, meningkat dari 5,42 persen pada 2024 dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional ataupun Jawa Tengah.

Pertumbuhan ini sangat luar biasa apalagi didukung oleh sektor industri dengan 258 perusahaan yang beroperasi, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, sehingga realisasi investasi 2025 pun mencapai Rp 15,85 triliun, tertinggi di Jawa Tengah.

Atas capaian tersebut berdampak positif dan bisa terlihat pada penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,60 persen dari 5,01 persen pada 2024.

Angka kemiskinan juga turun menjadi 8,40 persen dari 9,35 persen.
Pemkab Kendal mendorong penurunan kemiskinan melalui peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, dan penguatan perlindungan sosial serta kolaborasi lintas sektor.

Sementara Penjabat (Pj) Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menyebut, capaian makro tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan pembangunan daerah, msekipun tantangan struktural masih harus diatasi.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti pemerataan manfaat bagi masyarakat. Masih ada kelompok rentan yang perlu didorong agar keluar dari kemiskinan melalui program peningkatan kapasitas ekonomi dan akses layanan dasar,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, Pemkab telah menyelesaikan 63 paket lelang pekerjaan pada 2025 dengan pagu anggaran sekitar Rp 97,4 miliar, meliputi rekonstruksi jalan, penggantian jembatan, pembangunan gedung onkologi, serta laboratorium kesehatan daerah.

Menurutnya, pembangunan ini diharapkan memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal pada 2025 juga meningkat menjadi 75,07 dari 74,34 pada 2024, yang mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Meski demikian, kata Agus, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti pengangguran, kemiskinan, kawasan kumuh, banjir dan rob, persoalan sampah, serta ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

Agus menegaskan perlunya penguatan infrastruktur pengendalian banjir dan rob, modernisasi pengelolaan sampah yang saat ini dalam kondisi kritis, serta peningkatan pemerataan akses layanan dasar.

“Permasalahan lingkungan dan infrastruktur harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut terkait tentang kondusivitas wilayah, Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menyampaikan apresiasi terhadap beberapa capaian kepemimpinan Tika-Benny pada tahun pertama ini. Salah satunya adalah kondusivitas wilayah Kabupaten Kendal.
Dia mencatat, pada saat semua daerah bergejolak, wilayah Kabupaten Kendal tetap aman dan kondusif.
“Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi karena hal ini tentu tak terlepas dari para pemimpin di tingkat Kabupaten Kendal, Bupati dan Wakil Bupati, yang selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan forkopimda untuk menciptakan kondusivitas daerah,” ujarnya.

Mahfud juga menyatakan salut atas capaian pertumbuhan ekokomi yang melampau capaian provinsi dan nasional. Demikian juga realisasi investasi yang tertinggi di Jateng.

Namun, menurutnya, semua capaian itu masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pada tahun-tahun berikutnya, yaitu pertumbuhan ekonami dan investasi yang belum berbanding lurus dengan pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Jadi, saya kira ini PR yang perlu mendapat perhatian serius dari kepemimpinan Mbak Tika dan Mas Benny ke depan.

Selain itu, pemerataan infrastruktur juga perlu dipercepat pada tahun-tahun berikutnya karena hal itu akan bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat dan tentu sangat ditunggu-tunggu masyarakat Kendal,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah KH Ikhsan Intizam menyampaikan, satu tahun kepemimpinan Tika-Benny bisa dikatakan sebagai masa awal yang penuh penataan dan pembenahan.

“Sebagai pemimpin baru, Bu Tika dan Mas Beni terlihat berusaha membangun ritme kerja pemerintahan sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan yang sudah berjalan,” tuturnya.

Menurutnya, dari sisi ekonomi, Kendal menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Investasi terus masuk, kawasan industri tetap bergerak, dan aktivitas ekonomi masyarakat terlihat tumbuh. Ini menjadi angin segar karena membuka peluang kerja dan menggerakkan usaha-usaha kecil di sekitar kawasan industri.

“Meski begitu, harapan masyarakat tentu bukan hanya pada angka pertumbuhan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan sampai tingkat desa,” kata Ikhsan.

Di bidang infrastruktur, perhatian pada perbaikan jalan dan layanan dasar juga mulai terlihat. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jalan agar mobilitas warga semakin lancar.

Pada saat yang sama, tantangan anggaran tetap ada. Karena itu, pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan dengan hati-hati agar program prioritas tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.

Kepemimpinan Lebih Terbuka

“Yang cukup terasa adalah gaya kepemimpinan yang lebih terbuka. Melalui program dialog dan layanan berbasis digital, pemerintah mencoba mendekatkan diri kepada masyarakat,” jelas Ikhsan
Menurutnya,warga diberi ruang untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi secara langsung, misalnya lewat program Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga).
“Pendekatan ini memberi kesan bahwa pemerintah ingin hadir dan mendengar, bukan hanya mengatur dari balik meja,” ujarnya.
Menurutnya, secara keseluruhan, satu tahun ini bisa dilihat sebagai tahap membangun fondasi.

Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam memperkuat pendapatan daerah dan memastikan pembangunan merata.
“Namun setidaknya, arah dan niat untuk bekerja sudah terlihat. Masyarakat tentu berharap tahun-tahun berikutnya, hasilnya semakin nyata dan dirasakan oleh semua lapisan warga Kendal,” pungkasnya.

(Novi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *