BANYUMAS, Kicaunews.com – Menghadapi tantangan musim kemarau tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat mengambil langkah progresif untuk mengamankan aset negara. Dipimpin langsung oleh Administratur KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, S.Hut., jajaran personel gabungan menggelar Patroli Gabungan sekaligus Patroli Siaga Kebakaran (PLB) yang dilaksanakan pada dini hari hingga menjelang fajar.
Kegiatan strategis ini menyisir tiga wilayah rawan di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yakni BKPH Bokol, BKPH Kawunganten, dan BKPH Sidareja.
Selain Administratur, patroli berskala besar ini juga diikuti oleh Wakil Administratur (Waka Adm) KSKPH, para Kepala Seksi (Kasi), Perwira Pembina Kepolisian Hutan (Pabin Polhut), Asisten Perhutani (Asper) Kawunganten, Komandan Regu (Danru) Polhut, serta jajaran petugas lapangan dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Administratur KPH Banyumas Barat, Herry Merkussiyanto Putro, S.Hut., menyampaikan bahwa operasi senyap di malam hari ini sengaja dilakukan untuk menguji sekaligus memelihara kesiapsiagaan personel.
“Kegiatan ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan upaya mendalam untuk menggugah kembali semangat jiwa Rimbawan sejati. Seorang Rimbawan harus memiliki kesiap siagaan yang tinggi, kapan pun waktunya dan dalam kondisi apa pun,” tegas Herry.
Ia menambahkan, fokus utama dari patroli gabungan kali ini adalah mitigasi ganda.
Pertama, untuk mengantisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) seperti pembalakan liar atau perambahan.
Kedua, sebagai langkah deteksi dini dan antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mengingat wilayah Banyumas dan sekitarnya mulai memasuki musim kemarau di tahun 2026.
Rute patroli dimulai dengan membelah kegelapan dari kawasan hutan Bokol, kemudian bergerak menyisir masuk ke kawasan hutan Kawunganten.
Rombongan sempat bertahan dan bersiaga di pos pemantauan yang terletak di perbatasan antara hutan Kawunganten dan Sidareja untuk memantau situasi visual dan titik api.
Hingga fajar menyingsing, tidak ditemukan adanya aktivitas ilegal maupun indikasi titik api di sepanjang jalur yang dilalui.
Setelah memastikan seluruh kawasan dalam kondisi aman dan terkendali (mandali), rombongan patroli bergerak kembali menuju Markas Komando (Mako).
Di penghujung kegiatan, Herry Merkussiyanto Putro memberikan pesan penutup untuk membakar motivasi seluruh jajarannya agar tetap menjaga soliditas di lapangan.
“Tetap kompak, tetapsemangat. Bersama kita pasti bisa! Mari kita buktikan Divre Jateng adalah yang terbaik. Hutan Lestari, Harga Mati!” pungkasnya bersemangat. (Red/Tugiman)


















