Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNews

Pacu Produksi Getah Pinus, KPH Banyumas Barat Masifkan Strategi CDE di BKPH Wanareja

292
×

Pacu Produksi Getah Pinus, KPH Banyumas Barat Masifkan Strategi CDE di BKPH Wanareja

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CILACAP, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat bergerak cepat melakukan langkah estafet guna menggenjot capaian produksi getah pinus.

Dengan mengusung strategi CDE (Cek, Datangi, Eksekusi), jajaran manajemen terjun langsung melakukan monitoring intensif di wilayah RPH Wanareja, BKPH Wanareja, guna memastikan target bulanan tercapai secara optimal.

Example 300x600

Administratur/KKPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi, S.Hut, didampingi Kasi Produksi, Misnun, memimpin langsung peninjauan di lokasi sadapan Petak 22.

Kunjungan lapangan ini merupakan bentuk komitmen manajemen dalam mengawal sisa periode bulan Februari agar target Rencana Operasional (RO) dapat tertutup dengan hasil maksimal.

Fokus Utama Lapangan
Dalam pengarahannya kepada Asper BKPH Wanareja, Sholehan, Eka Cahyadi menekankan pentingnya konsistensi dalam pengawasan teknis.

Strategi CDE bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata:
Cek: Melakukan verifikasi data dan kondisi riil di lapangan.
Datangi: Menemui penyadap dan petugas untuk memahami kendala teknis.

Eksekusi: Mengambil langkah solutif seketika untuk meningkatkan debit getah.

Motivasi Melalui Reward & Punishment
Guna memacu semangat kerja, Eka Cahyadi secara tegas memberlakukan sistem Reward and Punishment. Langkah ini diambil untuk menciptakan iklim kerja yang kompetitif dan berorientasi pada prestasi.

“Kami ingin petugas lapangan memiliki kebanggaan atas capaian mereka. Bagi mereka yang menunjukkan dedikasi dan melampaui target, ada apresiasi (reward). Namun, kami juga tegas memberikan konsekuensi (punishment) bagi yang lalai.

Ini semua demi kemajuan bersama dan pencapaian target perusahaan,” tegas Eka Cahyadi.

Optimisme Target Februari
Melalui monitoring rutin ini, KPH Banyumas Barat optimistis dapat menutup bulan Februari dengan angka produksi yang memuaskan.

Sinergi antara kebijakan manajemen dan eksekusi di tingkat tapak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di wilayah tersebut. (Red/Tugiman)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *