Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

BAPERSIPIL : Penanganan Bencana Harus Bebas dari Kepentingan Politik

178
×

BAPERSIPIL : Penanganan Bencana Harus Bebas dari Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta – Organisasi Masyarakat yang tergabung dalam Barisan Penggerak Supremasi Sipil (Bapersipil) mendukung semua upaya penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Sumatra.

Penggagas Bapersipil, Ade Adriansyah, menegaskan bahwa bencana merupakan ujian solidaritas nasional yang seharusnya menyatukan seluruh elemen bangsa, bukan dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik jangka pendek.

Example 300x600

Ia menilai, eksploitasi penderitaan masyarakat demi elektabilitas merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan.

“Musibah ini adalah duka bangsa, bukan panggung elektabilitas. Sangat memprihatinkan jika masih ada pihak yang sibuk menempelkan label politik di atas penderitaan rakyat,” kata Ade Adriansyah melalui keterangannya, Sabtu (16/1/2026).

Pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk pimpinan organisasi sosial dan politik, untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan. Organisasi ini juga menyatakan kesiapan berada di garda terdepan dalam mendukung langkah-langkah penanganan bencana sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Dia pun mengapresiasi kepada jajaran TNI, Polri, tim SAR, serta para relawan yang terlibat langsung di lapangan. Mereka dinilai telah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi menyelamatkan sesama.

“Jangan bebani kerja keras mereka dengan kegaduhan politik yang tidak perlu. Mereka adalah manusia yang memiliki batas lelah dan keluarga yang menanti,” tegas Ade.

Bantuan Harus Bersih dari Atribut Politik
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus sepenuhnya bersih dari atribut, simbol, maupun pesan politik praktis yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Organisasi ini juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja memprovokasi situasi di tengah suasana duka nasional.

“Berhentilah menciptakan kegaduhan. Jika provokasi terus dipaksakan, tentu ada konsekuensi sosial dan hukum yang harus dihadapi,” ujarnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *