KICAUNEWS.COM,JAKARTA –
Direktur Eksekutif Forum KP3 Polri Ade Ardiansyah Utama yabg biasa disapa Abah AAU dalam diskusi bertajuk “Refleksi Akhir Tahun 2025: Hentikan Politisasi Bencana, Fokus Pada Kemanusiaan”, di Jakarta, Sabtu lalu (27/12).
Komite Pendukung dan Pengawas Presisi (KP3) Polri mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan tertinggi bagi aparat TNI, Polri, tim SAR, dan relawan bencana yang bertaruh nyawa demi keselamatan warga.
Direktur Eksekutif Forum KP3 Polri Ade Ardiansyah Utama mengatakan musibah merupakan momentum solidaritas, bukan komoditas politik.
“Pilihannya hanya dua, bantu pemerintah atau diam. Jangan memperkeruh suasana NKRI saat aparat kita sedang berjibaku menyelamatkan nyawa,” ucap pria yang akrab disapa Abah Ade tersebut, seperti dikutip dari keterangan di Jakarta, Rabu (31/12).
Maka dari itu, dirinya berharap semua pihak bisa melihat pengorbanan nyata di lapangan. Jika narasi perpecahan terus dijual, kata dia, maka kekuatan persatuan nasional siap meladeni.
Dia menyoroti adanya gerakan dari kelompok “kaum pendengki” yang dinilai masih terjebak dalam residu kontestasi masa lalu dan mencoba mendelegitimasi pemerintah melalui narasi bencana.
“Jangan menari di atas luka rakyat. Memanfaatkan bencana untuk memprovokasi atau membelah opini publik adalah tindakan yang miskin moral dan cacat pikir,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BPSS) Rizal “Ebiet” menegaskan tantangan tahun 2026 memerlukan ketegasan sikap dari para aktivis dan penggerak demokrasi.
“Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi oleh polusi narasi yang destruktif. BPSS berdiri tegak untuk memastikan bahwa kritik haruslah membangun, bukan meruntuhkan fondasi kebangsaan,” ucap Ebiet.
Di awal tahun 2026, BPSS akan menggelar Kemah Kebangsaan sebagai wadah konsolidasi aktivis nasional sebagai momentum untuk menyatukan visi, mempertegas komitmen menjaga demokrasi, serta memastikan supremasi sipil dan hukum tetap tegak di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
BPSS menegaskan akan menjadi benteng bagi setiap upaya yang mencoba mengganggu kedaulatan NKRI melalui jalur-jalur non-konstitusional.
Forum tersebut menyoroti urgensi stabilitas nasional dan mengecam keras pihak-pihak yang mencoba menangguk keuntungan politik di tengah kepedihan bencana alam yang melanda Tanah Air.
Diskusi menyepakati keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), sehingga KP3, BPSS, dan Megapolitan Strategic (MS) Indonesia mengirimkan pesan kuat kepada para “oposan residu” untuk berhenti “memancing di air keruh”.
Acara ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk terus mengawal narasi persatuan dan menjaga muruah institusi negara demi keberlanjutan pembangunan nasional yang stabil.


















