Cilacap, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus bergerak cepat memastikan pencapaian target produksi getah pinus hingga akhir tahun 2025.
Guna mengatasi tantangan serius akibat intensitas musim hujan, Administratur KPH Banyumas Barat, Eka Cahyadi S.Hut, memimpin implementasi strategi angkutan inovatif di lapangan.
Strategi Adaptif Hadapi Medan Ekstrem
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banyumas Barat, khususnya di kawasan pegunungan, telah menyebabkan jalur logging menjadi licin dan curam.
Hal ini secara langsung mempengaruhi proses langsiran (pengangkutan) getah dari lokasi sadapan menuju Tempat Penimbunan Getah Sementara (TPGS).
Dalam upaya menjamin rantai pasok getah tetap berjalan lancar dan efisien, Eka Cahyadi S.Hut, yang didukung penuh oleh Asper BKPH Wanareja, menginstruksikan perubahan mendasar pada sistem logistik.
Inovasi “Bak Belalang Tempur” Pacu Kecepatan Langsiran
Sistem angkutan tradisional berbasis pikul kini bertransformasi menggunakan kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi secara khusus.
Kendaraan ini, yang dijuluki tim lapangan sebagai “bak belalang tempur,” dirancang untuk memiliki daya jelajah dan stabilitas yang tinggi di medan terjal dan berlumpur.
“Inovasi ini krusial. Perubahan dari sistem pikul ke kendaraan modifikasi ini adalah solusi cepat kita untuk mempertahankan volume produksi.
Tujuannya agar volume getah tidak terhambat cuaca, dan kita bisa memaksimalkan jam kerja tim,” jelas perwakilan KPH Banyumas Barat.
Arahan Pimpinan: Memaksimalkan Kinerja
Menyikapi sisa waktu yang semakin singkat jelang akhir tahun, Bapak Eka Cahyadi S.Hut memberikan motivasi keras kepada seluruh jajaran di lapangan untuk tetap menjaga performa dan soliditas tim.
“Saya perintahkan agar tetap gaspol rem blong jangan kendor. Kita harus terus memacu produksi getah pinus ini semaksimal mungkin hingga batas akhir tahun 2025. Salam sehat dan salam kompak untuk segenap jajaran di lapangan,” tegas Bapak Eka, menggarisbawahi pentingnya semangat dan kekompakan tim di tengah tantangan berat.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan kesiapan KPH Banyumas Barat dalam mengamankan target produksi sambil menjamin keselamatan kerja personel di lapangan. (Red/Tugiman)


















