JAWA BARAT, KICAUNEWS.COM– Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Bekasi (PERMASI) Jakarta Raya, Marhadi, mendorong Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengusut tuntas dugaan korupsi yang menyeret Pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu berpandangan bahwa, penanganan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada pihak-pihak tertentu saja, tetapi harus mampu mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
“Permasi mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung dalam mengusut kasus ini. Namun yang lebih penting, jangan hanya berhenti pada nama-nama yang sudah muncul. Bongkar siapa saja yang terlibat, siapa yang menikmati aliran dana, dan siapa aktor besar di belakang kasus ini. Rakyat berhak mengetahui kebenarannya,” kata Marhadi, Rabu (03/06) melalui keterangan tertulis kepada wartawan.
Marhadi menjelaskan, masyarakat menaruh harapan besar terhadap program-program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi. Karena itu, apabila terdapat penyimpangan anggaran di dalamnya, maka negara harus hadir dan bertindak tegas.
“Ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan gizi masyarakat diselewengkan, yang dirugikan bukan hanya negara. Yang dirugikan adalah rakyat, terutama mereka yang sangat membutuhkan program tersebut. Karena itu, kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” katanya.
Marhadi juga meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum hanya bisa terjaga apabila aparat berani menindak siapa saja yang terbukti bersalah.
“Kami ingin melihat hukum benar-benar berdiri di atas semua golongan. Jika ada pejabat tinggi, pengusaha, atau pihak lain yang terlibat, maka semuanya harus diproses. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum hanya tajam kepada sebagian orang dan tumpul kepada yang lain.”
Menurut Marhadi, Mahasiswa Bekasi Jawa Barat akan terus berkomitmen mengawal isu pemberantasan korupsi dan mendukung langkah aparat penegak hukum dalam membersihkan praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Korupsi adalah musuh bersama. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, untuk ikut mengawal kasus ini. Jangan biarkan uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” terang Marhadi. (EM)

















