Banyumas, Kicaunews.com – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat sedang memfokuskan seluruh sumber daya untuk memaksimalkan produksi getah pinus menjelang penutupan tahun anggaran 2025.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
Administratur KPH Banyumas Barat, Bapak Eka Cahyadi, S.Hut., mengambil inisiatif tegas dengan menginstruksikan percepatan kinerja di tingkat lapangan.
Melalui Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang, ia menekankan implementasi sistem timbang langsung angkut (TLA).
“Sistem Timbang Langsung Angkut ini merupakan kunci efisiensi kami di akhir tahun.
Tujuannya adalah mempercepat proses penyerahan, pencatatan, dan pendistribusian getah agar target di periode krusial ini segera terpenuhi,” jelas Bapak Eka Cahyadi.
Peningkatan Disiplin dan Kinerja Petugas
Bapak Eka Cahyadi secara langsung memacu etos kerja seluruh petugas lapangan.
Beliau menegaskan tidak ada ruang bagi kelalaian atau sikap pasif, melainkan dibutuhkan upaya kolektif dan maksimal.
“Kami menekankan bahwa Periode I dan Periode II Desember 2025 adalah periode penentu.
Pencapaian maksimal di dua periode ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen kita semua.
Saya meminta seluruh petugas untuk terus menjaga semangat tinggi, kekompakan, dan kolaborasi demi tercapainya target yang sudah dijanjikan,” tegasnya.
Prioritas Utama: K3 dan Kesehatan Petugas
Di tengah tuntutan peningkatan produksi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
“Kami mengingatkan bahwa output produksi harus sejalan dengan perlindungan SDM kita.
Seluruh jajaran wajib memastikan diri dalam kondisi sehat dan secara konsisten mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) K3 yang berlaku.
Kesehatan dan keselamatan adalah modal utama kita,” pungkas Bapak Eka Cahyadi.
Langkah akselerasi ini menegaskan kesiapan KPH Banyumas Barat untuk menutup tahun 2025 dengan kinerja unggul dan kontribusi optimal dalam pemenuhan bahan baku industri berbasis hasil hutan. (Red/Tugiman)


















