Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerahNasionalNews

Krisis Ekologis di Depan Mata, Rusdi: Indonesia Butuh Manajemen Risiko Bencana

430
×

Krisis Ekologis di Depan Mata, Rusdi: Indonesia Butuh Manajemen Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPP KNPI Rusdi Ali Hanafia, saat beraudiensi. (Haji Merah)
Example 468x60

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Banjir bandang disertai longsor besar yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh, sedikitnya telah menelan sebanyak 174 orang, sementara puluhan orang lainnya, dilaporkan hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Seperti tercatat dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ada sebanyak 116 korban jiwa yang meninggal dunia di wilayah Sumut, disusul Sumbar dan Aceh.

Example 300x600

Sementara itu, sejumlah akses jalan, jembatan, hingga jaringan komunikasi terputus, yang berakibat pada terhambatnya proses evakuasi dan penyaluran bantuan, untuk warga yang terkena musibah.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia mengatakan, keluarga besar DPP KNPI mengucapkan duka cita mendalam atas tragedi tersebut, dan menegaskan pentingnya percepatan penanganan lintas sektor.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam kepada seluruh keluarga korban. Dalam situasi krisis ini, kehadiran negara harus benar-benar terasa. Kami mengapresiasi langkah cepat dan kerja keras BNPB, TNI–Polri, pemerintah daerah, serta para relawan yang terus berjuang tanpa mengenal waktu,” kata Rusdi, Sabtu (29/11) melalui keterangan tertulisnya.

Rusdi mengatakan, bencana yang terjadi saat ini, bukan hanya persoalan darurat kemanusiaan, tetapi juga alarm keras terkait rusaknya keseimbangan alam yang disebabkan akibat degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan tata ruang yang tidak berpihak pada keselamatan warga.

“Kita harus mengakui bahwa bencana ini mengingatkan kita pada pentingnya menjaga keseimbangan alam. Rehabilitasi lingkungan, reboisasi, penataan kawasan rawan bencana, dan penguatan sistem peringatan dini harus menjadi prioritas nasional. Ini bukan hanya membangun kembali, tetapi memulihkan harmoni antara manusia dan alam,” terangnya.

Rusdi menyampaikan, KNPI akan turun dan akan mengerahkan jaringan pemuda di Indonesia, untuk membantu aksi kemanusiaan, mulai dari distribusi logistik hingga dukungan pemulihan pasca bencana.

“Pemuda tidak boleh menjadi penonton. Solidaritas dan aksi nyata adalah tugas generasi kita,” tegasnya.

Diketahui, upaya penyelamatan di berbagai lokasi masih berlangsung, dan jumlah korban yang terjadi di tiga wilayah tersebut, berpotensi masih terus bertambah, BNPB dan Tim SAR masih terus melakukan spembaruan data terpadu. (Haji Merah)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *