Kendal, Kicaunews.con -Dalam momentum peringatan Hari Pangan Sedunia dan Hari Tani Nasional, Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan panen jagung secara serentak dan juga memberikan berbagai bantuan kepada para petani yang diselenggarakan di Lapangan Desa Triharjo Kecamatan Gemuh, Kamis (16/10/2025).
Saat dikonfirmasi oleh awak media turut hadir secara langsung dalam peringatan tersebut, Ketua HKTI Kabupaten Kendal, Tardi SP menyampaikan bahwa saat ini para petani yang ada di Kabupaten Kendal cukup bahagia khususnya bagi petani padi dan petani jagung namun untuk para petani tembakau kondisinya tidak baik-baik saja dan cukup memperihatinkan akibat cuaca buruk dan kemarau basah sehingga harga tembakau anjlok dan tidak sesuai sehingga banyak para petani yang merugi akibat cuaca ini.
Sementara untuk petani jagung dan padi mengalami hasil panen yang sangat baik dan harganya diatas ketentuan dari pemerintah sehingga dampaknya bisa membawa kesejahteraan bagi mereka.
Lebih lanjut Tardi juga merasa bahagia jika melihat para petani bisa bahagia juga dengan hasil panen yang melimpah dan harga yang tinggi, dengan adanya kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan sarana prasarana pertanian maupun irigasi saat ini kondisinya cukup menggembirakan apalagi didukung juga dengan melimpahnya pupuk bersubsidi untuk para petani karena saat ini bisa didapatkan dengan mudah serta stok juga banyak sehingga para petani sudah tidak kesulitan lagi dalam membeli pupuk bersubsidi, ungkapnya.
Untuk harga padi dan jagung saat ini sudah diatas ketentuan pemerintah, untuk harga gabah kering panen saat ini kisaran Rp 7.300 sampai Rp 7.800 padahal ketentuan dari yang ada Rp 6.500 berarti ada kenaikan harga yang bisa menguntungkan bagi para petani, sementara hasil panen yang didapatkan juga sangat baik dan melimpah karena cuacanya mendukung dan juga aliran irigasi yang dibutuhkan mencukupi untuk dipergunakan di lahan pertanian.
Sedangkan untuk pupuk bersubsidi stoknya melimpah jadi tidak ada masalah dan saat ini juga sudah banyak lahan beralih fungsi ada sekitar 20 persen, sementara alokasi seperti yang dulu sehingga stok barang berlimpah sedangkan untuk perluasan sawah baru tidak memungkinkan.
Harapan kedepan semoga generasi muda khususnya kaum milenial untuk dapat mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah dengan cara mau ikut serta dalam mengelola pertanian dengan menggunakan sarana prasarana yang modern sehingga nantinya akan ada generasi muda yang mau meneruskan dan terjun secara langsung untuk menjadi petani, sehingga pada ahirnya pertanian bisa berlanjut dan dampaknya juga bisa dirasakan oleh kita semua.
(Novi)


















