Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaDaerah

KOPRI PMII STITNU AL-Farabi Pangandaran Gelar Refleksi Harlah Ke 57

501
×

KOPRI PMII STITNU AL-Farabi Pangandaran Gelar Refleksi Harlah Ke 57

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

PANGANDARAN-kicaunews.com, Pengurus Komisariat Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (KOPRI) PMII STIT NU AL-Farabi Pangandaran gelar Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-57 dengan mengangkat tema “Menyatukan Persepsi, Tumbuhkan Semangat Berorganisasi”,  di Sekretariat PK PMII STITNU Al Farabi Pangandaran. (Minggu 22/12/2024).

Dalam Refleksi Harlah Kopri ini dihadiri oleh ketua PK PMII STIT NU AL-Farabi Predi Supriadi dan para Demisioner Kopri, diantaranya sahabati Rena Nuraeni, S.Pd dan Sahabati Hilfa Ilham Maulida, S.Pd.I., M.Pd  sekaligus sebagai narasumber dalam kegiatan Refleksi harlah ini.

Example 300x600

Ketua KOPRI PMII STIT NU AL-Farabi Pangandaran, Nova Merisa mengatakan, dengan tema yang angkat “Menyatukan Persepsi, Tumbuhkan Semangat Berorganisasi” , bertujuan supaya  kader dan anggota kopri STIT NU AL-Farabi Pangandaran bisa merefleksikan diri dan menyatukan pemikiran-pemikiran kopri guna terciptanya Kopri yang progresif dan berkembang.

Kami ucapkan  terima kasih kepada narasumber sekaligus senior kita semua, yang telah menyampaikan beberapa arahan serta motivasi supaya kader dan anggota ini bisa kompak dan progresif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam pengembangan potensi dan juga kreativitas kader, ’ujarnya

Nova Merisa berharap kader dan anggota bisa mengembangkan potensinya melalui kopri ini, karena kopri akan selalu siap dan membantu apa yang menjadi keinganan kader atau anggota guna terciptanya kader yang berkembang dan jelas akan berdampak positif juga kepada organisasi, semakin berkembangnya kader dan anggota semakin majunya Kopri PMII STIT NU AL-Farabi Pangandaran.

“Selain dorongan dari kesadaran diri sendiri, loyalitas dan semangat  berorganisasi juga terpengaruh oleh kenyamanan didalam organisasi itu sendiri yang salahsatunya hal itu bisa diciptakan dengan komunikasi yang baik antara pengurus, kader dan anggota. Dari situlah nantinya terjalin emosional yang baik dan akan mempermudah menyatukan persepsi dalam berorganisasi”. pungkasnya. ***NZ***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *