Tapsel, Kicaunews.com – Tiga ratusan warga perwakilan dari 6 desa di wilayah pelosok Sipirok (Luat Harangan), kompak menginginkan pemimpin yang betul-betul ideal. Peduli dan pro rakyat serta daerah.
Keinginan kuat itu disampaikan perwakilan warga, Usman Siagian, di acara silaturahmi dan serap aspirasi Anggota DPR RI, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA, di Desa Pangaribuan, Jumat (9/8/2024) malam.
“Baru kali ini luat (wilayah) ini dikunjungi Anggota DPR RI yang sampai dua kali di delapan bulan ini. Kami sangat bangga dan bersyukur memiliki wakil seperti bapak,” ungkap Usman di hadapan ratusan warga.
Ia pun berharap lewat Pilkada 2024 nanti, Gus Irawan ditakdirkan dan terpilih menjadi Bupati Tapsel. Seluruh warga diharapkan kompak dan bersatu, mendukung dan mengabarkan kepada sanak saudara lain demi terwujudnya Tapsel kembali bangkit.
“Kita butuh pemimpin yang peka dan peduli. Kunjungan ini membuktikan Pak Gus peduli pada daerah kita. Kita optimis, dipimpin beliau nantinya, wilayah Luat Harangan ini akan lebih diperhatikan pembangunannya dibandingkan yang sebelumnya,” ujarnya.
Senada, mantan Kades Pangaribuan, Mara Lian Rambe juga mengajak semua warga bersatu padu, dan jeli dalam menentukan dukungan dan pilihan. Lebih selektif dalam memilih sosok pemimpin yang betul-betul peduli dengan rakyatnya yang dipinggiran.
“Sangat pantas kita dukung, niat tulus dari Gus Irawan Pasaribu, membenahi Tapsel yang lebih baik. Terlebih wilayah kita ini. Kita tahu, tiga tahun ke belakang ini kurang mendapat perhatian dan minim sentuhan pembangunan yang berarti,” sebutnya.
Sementara, mantan Bupati Tapsel, Syahrul M. Pasaribu, yang juga hadir di acara itu menyampaikan, pada dasarnya pemimpin itu atau Bupati harus dekat dengan rakyat. Tahu kondisi riil daerah dan rakyatnya yang berada jauh dari kota atau di pinggiran.
Pemimpin juga, menurutnya, harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap rakyat. Sebab, kursi pimpinan itu diraih oleh karena rakyat juga sesungguhnya pemimpin itu merupakan pelayan, bukan untuk dilayani.
“Seorang pemimpin itu juga harus rajin berkunjung terutama ke wilayah pinggiran seperti ini, bertemu rakyat. Sehingga, mendapat aspirasi dan informasi akurat dari bawah supaya bisa membuat program kerja yang lebih pro rakyat,” kata Syahrul.
Ia mengatakan, siapapun itu pemimpin di Kabupaten Tapanuli Selatan, harus memiliki kepedulian penuh kepada wilayah pinggiran termasuk di wilayah Luat Harangan Sipirok.
“Di Tapsel ini, setidaknya ada empat wilayah pinggiran. Yakni Luat Harangan di Sipirok, Mandalasena-Tambiski di SDH, Aek Urat-Aek Panjamaan di Aek Bilah dan wilayah Sihulambu di Aek Bilah. Wilayah pinggiran ini butuh perhatian khusus dalam membuat program pembangunan,” terang Syahrul.
Sehingga, jika nanti Gus Irawan Pasaribu diamanahkan rakyat menjadi Bupati Tapsel, harus sering turun terlebih ke pelosok agar bisa melihat langsung kondisi nyata yang ada di tengah-tengah masyarakat.
“Saya sampaikan itu, karena memang Gus Irawan Pasaribu telah ditugaskan keluarga ikut di Pilkada Tapsel, sesuai keputusan seluruh keluarga yang tergabung di Yayasan H. Hasan Pinayungan. Tidak ada yang lain,” ujar sosok yang pernah memimpinTapsel selama kurun waktu 10 tahun tersebut.
Keluarga besar, kata Syahrul Pasaribu, telah memutuskan dan meminta kesediaan Gus Irawan Pasaribu untuk turun gunung benahi Tapsel. Sebab, sesuai kajian akademisi lewat survey dan juga data dan angka yang ada, kondisi Tapsel tidak baik baik saja atau terjadi perlambatan pembangunan.
Dan ternyata, keinginan keluarga besar itu seiringan dengan penugasan dan perintah partainya kepada Gus Irawan sebagai kader harus bersedia dicalonkan menjadi Bupati dan menangkan Pilkada, demi menyambut dan mengawal program Presiden dan Wakil Presiden terpilih di daerahnya nanti.
“Ini momentum tepat bagi kita semuanya masyarakat Tapsel untuk mengembalikan Tapsel yang dulunya sempat ternama di luar daerah karena pembangunannya yang berkesinambungan. Maka itu, saya minta kita kompak untuk nantinya membangun dari pinggiran,” pinta SP, sapaan akrapnya.
Menurut pandangan Gus Irawan Pasaribu, Luat Harangan memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan alat dalam mewujutkan kesejahteraan masyarakat. Interkoneksi antar desa ke desa, sangat berpengaruh.
“Sarana jalan jadi skala prioritas yang harus dibenahi secara berkesinambungan di wilayah ini. Jika itu sudah tuntas, maka kesejahteraan itu akan ikut beriringan,” kata mantan Direktur Bank Sumut tersebut.
Disampaikan, melihat panjang jalan yang harus diperhatikan dan dikerjakan, tentu tidaklah semuanya harus mengandalkan APBD Tapsel. Tetapi, itulah pentingnya link atau jaringan ke pemerintah atasan.
“Yang saya pahami ada program di pusat yang bisa digiring untuk membenahi semua kebutuhan infrastruktur itu. Intinya, kita harus kompak dan bersama membenahi Tapsel yang kita cintai ini,” pungkasnya. (ril)


















