TANGSEL, Kicaunews.com – UPT Samsat Ciputat kembali menggencarkan pemeriksaan pajak kendaraan bermotor di wilayah Kota Tangerang Selatan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemeriksaan pajak kendaraan bermotor yang digelar di Jalan Boulevard Bintaro, tepatnya di depan Bintaro Plaza, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang merupakan program Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten tersebut dilaksanakan sepanjang Juni 2026. Langkah ini diambil menyusul masih tingginya jumlah kendaraan yang menunggak pajak di Provinsi Banten yang mencapai sekitar 2 juta unit.
Dalam operasi pemeriksaan yang digelar di Kota Tangerang Selatan, petugas berhasil menjaring 81 kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pajaknya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 kendaraan merupakan roda dua dan empat kendaraan roda empat.
Kasi Penerimaan (Kepala Seksi Penerimaan) Samsat Ciputat, Tangerang Selatan, Firdaus mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan tepat waktu.
“Program ini merupakan instruksi dari Kepala Bapenda Provinsi Banten. Tujuannya untuk meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor karena masih banyak kendaraan yang menunggak pajak,” ujarnya.
Sebelumnya, pada kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan sehari sebelumnya, petugas juga menemukan 86 kendaraan yang menunggak pajak, terdiri dari 76 kendaraan roda dua dan 10 kendaraan roda empat.
Menurutnya, tingginya jumlah kendaraan yang belum membayar pajak menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan. Pasalnya, pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan penting yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Bagaimana pemerintah bisa membangun daerah jika masih banyak kendaraan yang belum membayar pajak. Karena itu kami terus berupaya meningkatkan kepatuhan masyarakat,” katanya.
Selain melakukan pemeriksaan di jalan raya, UPT Samsat Ciputat juga melakukan pendataan kendaraan di sejumlah lokasi parkir seperti sekolah, perguruan tinggi, stasiun, kantor pemerintahan, hingga kawasan perkantoran swasta. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kendaraan menunggak pajak, apakah karena telah dijual, rusak, berpindah kepemilikan, atau faktor lainnya.
Berdasarkan data UPT Samsat Ciputat, saat ini terdapat sekitar 250 ribu kendaraan yang menunggak pajak dari total potensi kendaraan mencapai sekitar 680 ribu unit di wilayah kerjanya.
Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, petugas memberikan surat pernyataan kepada pemilik kendaraan yang terjaring operasi. Surat tersebut berisi komitmen untuk menyelesaikan kewajiban pajak dalam waktu tujuh hari.
“Kami tidak bisa memaksa masyarakat. Yang kami lakukan adalah memberikan edukasi dan imbauan agar mereka segera memenuhi kewajibannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak Samsat menjelaskan bahwa saat ini penerimaan dari PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menjadi hak pemerintah kabupaten dan kota telah disalurkan melalui mekanisme opsen pajak. Melalui sistem tersebut, dana hasil pembayaran pajak dapat langsung diterima pemerintah daerah setiap hari sehingga mempercepat pelaksanaan pembangunan.
“Tujuannya agar pembangunan di kabupaten dan kota bisa berjalan lebih cepat karena dana langsung diterima tanpa harus menunggu penyaluran secara berkala,” terangnya.
Kegiatan pemeriksaan pajak kendaraan akan terus dilaksanakan di sejumlah titik di Tangerang Selatan. Setelah sebelumnya digelar di Jalan Boulevard Bintaro, depan Burger King, petugas berencana melanjutkan operasi serupa di kawasan Pamulang dalam waktu dekat.
UPT Samsat Ciputat mengimbau masyarakat untuk segera membayar pajak kendaraan tepat waktu sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
“Jangan lupa membayar pajak kendaraan. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.
Tris


















