Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Indramayu Masuk 10 Besar Kenaikan IPH di Jawa, Pemkab Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi 2026

78
×

Indramayu Masuk 10 Besar Kenaikan IPH di Jawa, Pemkab Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Indramayu,Kicaunews.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual pada Senin (26/05/26) kemarin.

 

Example 300x600

Bertempat di ruang Indramayu Command Center, rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti, ST., M.Si., beserta jajaran terkait

 

Dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, terungkap, Kabupaten Indramayu menempati urutan ke-6 dalam daftar 10 besar kabupaten/kota dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Pulau Jawa pada minggu ke-3 Mei 2026. Komoditas utama yang memicu kenaikan ini adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

 

Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan, tujuan utama koordinasi ini bukan sekadar menekan harga, melainkan menjaga kesejahteraan ekosistem pangan secara menyeluruh.

 

“Kewajiban kita pada saat rapat koordinasi inflasi ini bukan hanya supaya harga turun serendah-rendahnya, namun demikian ada juga batas terendah yang dapat mengakibatkan peternak itu merugi atau gulung tikar,” tegasnya.

 

Tomsi juga memberikan catatan kritis bagi daerah yang mengalami lonjakan harga signifikan. Menurutnya, kenaikan harga di ratusan daerah menjadi indikasi kurang maksimalnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam membangun konektivitas logistik.

 

“Jika terjadi kenaikan yang besar di 200 kabupaten/kota, itu salah satu indikasi bahwa teman-teman TPID tidak menjembatani untuk perdagangan antarkota dan kabupaten atau provinsi,” ungkapnya.

 

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, meminta pemerintah daerah untuk waspada terhadap gangguan produksi akibat cuaca ekstrem dan serangan hama.

 

“Mohon izin kepada Pemda bersama PPL agar kita segera bersama-sama melakukan monitoring intensif dan detail untuk melihat kondisi pertanaman kita khususnya di bulan Maret-April, mari kita lakukan gerakan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan),” ujar Agung

 

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Indramayu diharapkan segera mengoptimalkan kerja sama antar daerah (KAD) dan melakukan langkah mitigasi lapangan guna memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha. (Bd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *