Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Azis Khafia Al Batawi : Lebaran Haji

123
×

Azis Khafia Al Batawi : Lebaran Haji

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com, Jakarta -Idul Adha atau Idul kurban adalah salah satu hari raya resmi dalam syariat islam, masyarakat betawi menyebutnya dengan sebutan _”Lebaran Haji”_ yang jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah setiap tahunnya. Tahun ini idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 26 atau 27 Mei 2026 M.

 

Example 300x600

Kaum betawi menyambut Lebaran Haji dengan menjalankan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijah. Puasa ini menjadi bentuk persiapan spiritual sebelum menyambut hari raya Lebaran Haji. Memasuki waktu sore tanggal 9 dzulhijah setalah sholat maghrib di masjid, langgar (mushola) dan majelis-majelis kaum betawi dikumandangkan takbir (takbiran) dengan speaker luar, suara nyaring takbir saling bersahutan memenuhi langit betawi malam itu.

 

Setelah Salat Idul adha, masyarakat Betawi akan menyaksikan penyembelihan hewan kurban di  masjid atau lapangan. Hewan kurban yang umum digunakan antara lain kambing, sapi, domba dan kerbau. Proses penyembelihan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh masyarakat serta pihak yang berkurban. Setelah itu, daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.

 

Lebaran Bareng Keluarga

 

Hari Raya Idul dha atau yang lebih akrab disebut Lebaran Haji bukan hanya sekadar perayaan keagamaan. Lebih dari itu, Lebaran haji bagi kaum betawi mencerminkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai Islam dengan kearifan betawi yang telah mengakar dalam masyarakat. Momen ini menjadi bagian dari warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi dan telah menjadi identitas (adat dan tradisi) betawi. Di tengah hiruk-pikuk perkotaan, masyarakat Betawi tetap menjaga tradisi salah satu bentuk penghormatan terhadap hari raya Lebaran Haji.

 

Hal yang membuat Lebaran Haji di kalangan Betawi terasa istimewa salah satunya adalah tradisi kulinernya. Abdul Chaer, dalam buku Betawi Tempo doeloe menceritakan bahwa masyarakat Betawi memiliki kebiasaan memasak hidangan spesial saat Idul adha. Menu seperti ketupat, opor ayam, semur daging, sambal godog, hingga sayur laksa.

Ketupat menjadi hidangan wajib yang selalu hadir di meja makan. Teksturnya yang lembut dan gurih sangat cocok disantap bersama opor atau semur. Ketupat juga memiliki makna simbolik sebagai penutup dari rangkaian ibadah, terutama setelah puasa ‘Arafah. Masyarakat Betawi percaya bahwa menyantap ketupat di hari raya adalah bentuk rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan.

Daging kurban yang diperoleh biasanya langsung diolah menjadi berbagai masakan. Jika hewan kurbannya kerbau, maka dagingnya sering dimasak menjadi semur atau sop. Namun, jika dagingnya sapi, masyarakat Betawi lebih suka mengolahnya menjadi Soto Betawi dan sate, karena tekstur daging sapi dianggap kurang cocok untuk semur. Proses memasak ini dilakukan berjamaah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.Tradisi masak atau makan berjamaah _(ngeriung)_ bersama keluarga besar menjadi bagian penting dari perayaan ini. Meski tidak semeriah Idul fitri, Lebaran Haji tetap menjadi momen untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati hidangan khas bersama orang-orang tercinta. Persiapan pun dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari menyiapkan areng, tusuk sate, hingga bumbu-bumbu khas Betawi.

Menariknya, saat Idul adha tidak banyak mengirim anteran ke saudara yang dituakan seperti saat Idulfitri. Saat Idul adha banyak yang memilih tetap di rumah dan merayakan bersama keluarga inti. Komunikasi dengan sanak saudara dilakukan lewat gawai. Namun, semangat kebersamaan tetap terasa, terutama saat daging kurban mulai dibakar menjadi sate dan dinikmati bersama.

Lebaran Haji bagi masyarakat Betawi bukan hanya tentang kurban, tapi juga tentang identitas, kebersamaan, dan rasa syukur. Di tengah modernisasi, tradisi ini tetap hidup dan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bisa terus dijaga melalui hal-hal sederhana—seperti nyate bareng, makan ketupat dan sate yang disantap bersama keluarga sambil kongkow-kongkow (ngobrol).

Aw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *