Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
News

Ditjen KPM Kemkomdigi bersama Komisi I DPR Gelar Diskusi Publik Kami Pemuda Anti Narkoba 

86
×

Ditjen KPM Kemkomdigi bersama Komisi I DPR Gelar Diskusi Publik Kami Pemuda Anti Narkoba 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kicaunews.com,Jakarta  -Ditjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) KEMKOMDIGI bersama Bapak Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P (Anggota Komisi I DPR RI) mengadakan webinar Forum Diskusi Publik dengan tema: “KAMI PEMUDA ANTI NARKOBA” Pada hari Senin, 4 Mei 2026, Bertempat di Intel Studio Ps.Minggu, Komplex TNI AL, Jln. Teluk Peleng no. 32 B, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

 

Example 300x600

Narasumber 1 Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P (Anggota Komisi I DPR RI)

Bapak Drs. H. Taufiq R. Abdullah, M.A.P. selaku anggota Komisi I DPR RI menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam menjaga ketahanan bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

 

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa peredaran narkoba tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan masa depan generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di berbagai lini kehidupan.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa pemuda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang dapat berperan aktif dalam menyebarkan edukasi, membangun lingkungan positif, serta menjadi teladan dalam menjauhi narkoba. Upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan sinergi antara keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah terus berupaya memperkuat regulasi, meningkatkan edukasi publik, serta mendukung program rehabilitasi bagi pengguna narkoba agar dapat kembali produktif di masyarakat. Selain itu, narasumber juga menyoroti tantangan di era digital yang semakin mempermudah penyebaran informasi, termasuk potensi penyalahgunaan media untuk peredaran narkoba secara terselubung. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki literasi digital yang baik agar mampu menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara seluruh elemen bangsa, diharapkan dapat terwujud generasi muda yang sehat, berintegritas, dan bebas dari narkoba sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.

Sebagai penutup, narasumber mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Melalui peran aktif pemuda, dukungan keluarga, serta sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju terwujudnya Indonesia Emas. Narasumber 2

Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, ST, MM (Akademisi) Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, ST, MM selaku Rektor Universitas Sains Indonesia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa, khususnya bagi pemuda sebagai generasi penerus. Berdasarkan data dan kondisi saat ini, penyalahgunaan narkoba masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian bersama karena berdampak luas terhadap kesehatan, sosial, dan produktivitas masyarakat. Lebih lanjut, dijelaskan berbagai bahaya narkoba, terutama dampaknya terhadap otak yang dapat merusak fungsi kognitif, emosi, serta menyebabkan ketergantungan. Beberapa jenis narkoba seperti sabu, ganja, ekstasi, heroin, dan kokain memiliki efek negatif yang berbeda, mulai dari menurunnya konsentrasi, gangguan emosi, hingga risiko gangguan kesehatan yang serius seperti stroke dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berpotensi merusak kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan narkoba, antara lain melalui penyebaran edukasi, menjadi teladan hidup sehat, serta aktif dalam kegiatan positif di lingkungan sekitar. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara komprehensif, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai benteng utama dengan membangun komunikasi yang baik, menanamkan nilai moral dan agama, serta melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak. Selain itu, peran sekolah dan kampus juga sangat penting melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta pembentukan duta atau satgas anti narkoba. Di tingkat masyarakat, diperlukan keterlibatan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman melalui pengawasan, pelaporan, serta pemberdayaan kegiatan kepemudaan. Pemerintah turut berperan melalui berbagai program seperti edukasi nasional, rehabilitasi bagi pengguna, penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba, serta kerja sama internasional. Di era digital saat ini, tantangan semakin kompleks karena penyebaran narkoba juga dapat terjadi melalui media online, sehingga diperlukan peningkatan literasi digital agar masyarakat, khususnya pemuda, mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif. Dengan sinergi antara pemerintah, keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan narkoba dapat berjalan optimal demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas. Narasumber 3

Dr. Wisnu Widjanarko (Akademisi) Dr. Wisnu Widjanarko menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa narkoba masih menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, terutama di kalangan pemuda. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental, emosi, serta menurunkan produktivitas individu secara signifikan. Lebih lanjut, disampaikan berbagai jenis narkoba beserta dampaknya, seperti sabu yang dapat merusak fungsi memori dan emosi, ganja yang menurunkan konsentrasi dan motivasi, serta zat lain seperti ekstasi, heroin, dan kokain yang berpotensi menyebabkan gangguan mental hingga ketergantungan berat. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan narkoba dapat memberikan efek jangka panjang yang merugikan, baik bagi individu maupun lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba. Pemuda diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjalani pola hidup sehat, aktif dalam kegiatan positif, serta turut menyebarkan edukasi kepada masyarakat sekitar. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peran keluarga dengan membangun komunikasi yang baik, lingkungan pendidikan melalui sosialisasi dan pembinaan, serta masyarakat melalui pengawasan dan kegiatan yang produktif. Selain itu, peran pemerintah juga menjadi faktor penting dalam upaya pemberantasan narkoba melalui program edukasi, rehabilitasi, serta penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba. Di era digital, tantangan semakin berkembang dengan adanya penyebaran informasi dan ajakan terkait narkoba melalui media sosial, sehingga diperlukan peningkatan literasi digital agar masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi. Dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan bebas dari narkoba guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas di masa depan.

Aw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *